Mahasiswa Fashion Universitas Ciputra Asah Kreativitas Lewat Rajutan

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Suarabaya — Kreativitas dalam dunia fashion sering kali dimulai dari hal yang paling dasar. Hal itu terlihat dalam kelas Basic Fashion Textile and Material Program Fashion Design Business (FDB) Universitas Ciputra Surabaya. Di kelas ini, mahasiswa belajar memahami tekstil melalui teknik knitting atau merajut sebagai salah satu fondasi penting dalam eksplorasi material fashion.
Suasana kelas terlihat aktif dan interaktif. Mahasiswa berdiskusi di depan papan inspirasi yang dipenuhi berbagai textile swatch hasil rajutan berwarna-warni. Setiap karya menampilkan eksplorasi yang berbeda, mulai dari motif bunga, karakter hewan, hingga tekstur tiga dimensi dari kombinasi berbagai jenis benang dan material.
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik merajut secara teknis, tetapi juga memahami bagaimana tekstur, warna, dan struktur rajutan dapat menjadi elemen penting dalam desain fashion. Proses pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung serta diskusi untuk mengevaluasi dan mengembangkan ide desain dari setiap karya yang dihasilkan.
Dosen pengampu mata kuliah, Fabio Ricardo Toreh, S.Des., M.Des., menjelaskan bahwa pemahaman tentang material merupakan dasar penting bagi seorang desainer fashion.
“Seorang fashion designer tidak hanya mendesain bentuk pakaian, tetapi juga harus memahami bagaimana tekstil itu terbentuk. Dengan belajar knitting, mahasiswa bisa melihat secara langsung bagaimana benang berubah menjadi struktur kain,” ungkapnya.
Melalui pembuatan textile swatch, mahasiswa diminta mengeksplorasi berbagai kemungkinan tekstur dan teknik. Karya-karya kecil tersebut menjadi media eksperimen yang nantinya dapat dikembangkan menjadi elemen desain pada busana, aksesori, maupun produk tekstil lainnya.

Menurut dosen Christina Tanujaya, AdvDip., B.Des., MBA., latihan seperti ini juga melatih kepekaan desain mahasiswa terhadap material.
“Dari satu teknik rajut saja, mahasiswa bisa menciptakan banyak karakter tekstil yang berbeda. Di sinilah kreativitas mereka dilatih, bagaimana mengolah teknik sederhana menjadi sesuatu yang memiliki nilai estetika dan desain,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa, Renata Felia Susantio, yang mengikuti kelas tersebut mengaku proses merajut memberikan pengalaman baru dalam memahami tekstil.
“Awalnya saya pikir knitting hanya membuat pola rajutan biasa, tetapi ternyata kita bisa bereksperimen dengan warna, tekstur, dan bentuk. Dari swatch kecil saja bisa muncul banyak ide desain yang unik,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk saling berdiskusi dan memberikan masukan terhadap karya teman-temannya. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran kreatif di kelas.
Melalui kelas ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat tekstil, tetapi juga memahami bahwa proses desain fashion berawal dari eksplorasi material. Dari benang sederhana, lahir berbagai kemungkinan kreatif yang menjadi fondasi bagi para calon desainer dalam mengembangkan karya fashion di masa depan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

