PMII Jatim Desak Deportasi WNA Amerika, Serukan Boikot Produk AS–Israel

Jurnalis: Muhammad Ody
Kabarbaru, Surabaya – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur mengecam keras agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Mereka menilai serangan tersebut telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan menunjukkan bagaimana kekuatan geopolitik kerap mengabaikan keselamatan masyarakat sipil.
Ketua Bidang Politik dan Kebijakan PKC PMII Jawa Timur, M. Rohis Putra, mengatakan setiap serangan udara yang terjadi di wilayah Iran tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga merenggut masa depan masyarakat sipil.
“Perang selalu menyisakan penderitaan bagi warga sipil yang tidak pernah terlibat dalam konflik. Ketika bom dijatuhkan, yang hancur bukan hanya infrastruktur, tetapi juga harapan manusia,” ujarnya.
PKC PMII Jawa Timur pun mendesak Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk mengambil sikap tegas, termasuk mengevaluasi dan mempertimbangkan deportasi warga negara Amerika Serikat yang berada di wilayah Jawa Timur sebagai respons politik atas agresi militer tersebut.
Sekretaris Bidang Politik dan Kebijakan PKC PMII Jawa Timur, Aqyas Sholeh, menambahkan bahwa dunia internasional tidak boleh membiarkan praktik agresi militer menjadi preseden yang terus berulang.
“Tidak boleh ada negara yang bertindak seolah menjadi hakim, juri, sekaligus eksekutor di wilayah negara lain. Prinsip kemanusiaan dan kedaulatan harus dihormati,” katanya.
Selain itu, PKC PMII Jawa Timur juga mengajak masyarakat untuk menyuarakan solidaritas kemanusiaan melalui aksi damai, serta mendorong gerakan boikot terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk protes moral terhadap agresi militer tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

