Jalan BKKD Ngampal Hancur Dini, Audit RAB dan Material Diminta

Jurnalis: Rianto
Kabar Baru, Bojonegoro — Jalan desa aspal di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro yang dibangun melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 mengalami kerusakan dini hanya satu bulan setelah rampung. Proyek bernilai hampir Rp2 miliar ini kini menjadi perhatian publik yang menuntut audit menyeluruh terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kualitas material yang digunakan.
Badan jalan ditemukan ambles di beberapa titik, permukaan aspal mengelupas, hingga agregat muncul ke permukaan. Kondisi ini memicu dugaan adanya persoalan pada perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan.
Pengamat teknis konstruksi Zuhdan Haris Zamzami, ST, SH, menegaskan bahwa kerusakan struktur dalam waktu singkat menunjukkan indikasi kuat pada mutu material atau kesalahan dalam perencanaan yang tercatat di RAB. Ia mengingatkan, pemeriksaan terhadap dokumen perencanaan dan uji laboratorium material wajib dilakukan untuk mengungkap penyebab sebenarnya.
Menanggapi hal ini, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas PU Bina Marga telah melakukan pengecekan fisik langsung pada Kamis (26/2). Sekretaris Inspektorat Bojonegoro, Didit Sugiarto, menyatakan bahwa audit terhadap RAB dan verifikasi material akan menjadi fokus utama untuk memastikan apakah ada pelanggaran aturan atau penyimpangan yang menyebabkan kerusakan prematur.
Jalan sepanjang 1.180 meter yang menjadi akses vital antar-dusun tersebut kini tidak lagi layak digunakan dengan baik, dengan kerusakan paling parah pada ruas sekitar 50 meter. Masyarakat menginginkan proses audit dilakukan secara transparan agar dapat diketahui apakah kerusakan ini disebabkan oleh faktor teknis atau ada unsur yang lebih serius yang merugikan negara.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

