Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

6 Kontroversi NasDem Sumenep, Krisis Kepemimpinan yang Tak Pernah Usai

9ueQC18TMc_copy_800x600
Bendera Partai NasDem .

Jurnalis:

Kabar Baru, Sumenep – Beberapa tahun terakhir, Partai NasDem Sumenep lebih sering menjadi sorotan akibat konflik internal daripada prestasi politik.

Masalah administratif, perselisihan antar-kader, hingga krisis kepemimpinan mewarnai perjalanan partai ini.

Jasa Penerbitan Buku

Polemik tak berkesudahan ini mencerminkan perjalanan NasDem Sumenep yang penuh gejolak.

Meski terjebak kontroversi, lima kadernya mampu menembus kursi legislatif di tengah panasnya suhu politik.

Berikut rangkuman kasus-kasus internal yang sempat menggegerkan NasDem Sumenep:

1. Kantor Disita Bank

Pada Juni 2024, kantor DPD NasDem Sumenep di bawah kepemimpinan Moh Hosni disita oleh bank.

Penyitaan ini bukan kesalahan partai, karena kepemilikan kantor berada di tangan pihak ketiga.

2. Caleg Gunakan Surat Mandat Palsu

Februari 2024, muncul dugaan seorang calon legislatif NasDem menggunakan surat mandat saksi palsu pada Pemilu 2024.

Akibatnya, yang bersangkutan tidak diizinkan menjadi saksi di salah satu TPS di Kecamatan Rubaru.

3. Banpol Picu Pemecatan 27 Ketua DPC

Di masa kepemimpinan Moh Hosni, konflik internal meningkat akibat kurangnya transparansi pengelolaan dana bantuan politik (banpol).

Mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPD berujung pada pemecatan 27 ketua DPC.

4. Penolakan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD

Penunjukan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD Sumenep pada Juni 2025 memicu gejolak besar.

Akis dinilai gagal saat menjabat sekretaris partai, terutama dalam konsolidasi Pemilu 2019 dan 2024.

Penolakan ini sampai menimbulkan aksi demonstrasi oleh Garda dan Garnita, serta sejumlah ketua DPC.

5. Kantor Tandingan

Sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Akis Jasuli, puluhan kader mendirikan kantor tandingan di Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, pada Juni 2025.

Mereka menegaskan kantor ini bukan bentuk pembangkangan, melainkan pusat aktivitas kader sekaligus simbol aspirasi agar DPP mengevaluasi kepemimpinan DPD Sumenep.

6. Kantor Disegel Kader

Pada April 2016 silam, kantor DPD NasDem di bawah kepemimpinan Azis Salim Syabibi disegel oleh kadernya.

Salim dituding tidak memenuhi janji memberikan transport Rp50 ribu kepada kader saat gelaran Sekolah Partai.

Penutupan kantor ini menjadi bentuk protes kader untuk memulihkan nama baik partai.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store