Mahasiswa KKN Tematik UNG Gencarkan Sosialisasi Anti Narkoba bagi Pelajar Batudaa
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Desa Ilohungayo menggelar Sosialisasi Anti Narkoba bertema “Awas, Bukan Cuma Sabu: Mengenal Wajah Baru Narkoba di Kalangan Pelajar” di SMA Muhammadiyah Batudaa, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program inti KKN bertajuk “Optimalisasi Pangan Lokal Melalui Pengolahan Jagung sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Pangan di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo.” Meski berfokus pada ketahanan pangan, mahasiswa KKN juga menghadirkan program mitigasi sosial melalui edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Sosialisasi melibatkan guru, siswa kelas XI B SMA Muhammadiyah Batudaa, mahasiswa KKN Tematik Desa Ilohungayo menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo, Parman S. Naue, S.KM.
Dalam pemaparannya, Parman S. Naue menjelaskan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang kini semakin beragam, termasuk berbagai jenis narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya yang beredar di Indonesia maupun luar negeri.
Ia memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bentuk, jenis, dan karakteristik narkoba agar para pelajar mampu mengenali berbagai modus penyalahgunaan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tersebut.
Selain mengenalkan jenis-jenis narkoba, Parman juga menguraikan dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, pendidikan, hubungan keluarga, hingga masa depan seseorang.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merugikan pengguna, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan sosial, meningkatkan angka kriminalitas, serta mengganggu keamanan lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai sanksi pidana bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penjelasan tersebut bertujuan agar para pelajar memahami bahwa narkoba memiliki konsekuensi hukum yang serius selain dampak buruk terhadap kesehatan.
Parman menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu menolak penyalahgunaan narkoba serta tidak terlibat dalam jaringan peredarannya.
Ketua Tim Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Raflin Hinelo, M.Si, mengatakan bahwa sosialisasi pencegahan peredaran narkoba menjadi salah satu kegiatan inti KKN karena merupakan bentuk mitigasi risiko bagi anak muda di desa yang sangat mendesak.
“Kegiatan sosialisasi pencegahan peredaran narkoba menjadi salah satu kegiatan inti dalam KKN sebagai bentuk mitigasi risiko bagi anak muda di desa yang sangat urgen dan tidak dapat ditunda, guna menjaga potensi bonus demografi agar benar-benar menjadi kekuatan pembangunan dan bukan justru berubah menjadi beban sosial di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Dosen Pembimbing Lapangan, Yusrin S. Hasan, S.E., M.Ec.Dev., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata tanggung jawab perguruan tinggi dalam menghadirkan edukasi yang menyentuh langsung masyarakat pedesaan.
Ia menilai anak muda di desa memiliki tingkat kerentanan yang sama, bahkan cenderung lebih tinggi karena keterbatasan akses terhadap informasi yang akurat mengenai bahaya narkoba.
“Melalui sosialisasi ini, kami tidak hanya ingin memberi pengetahuan, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis untuk menolak ajakan dan mengenali modus peredaran narkoba yang kian beragam. Kami percaya, pencegahan yang dimulai dari edukasi dan penguatan karakter jauh lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan penindakan yang baru dilakukan setelah masalah itu terjadi,” kata Yusrin.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik UNG berharap para pelajar semakin memahami bahaya narkoba, mampu menjaga diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah dan desa yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
