Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Bukan Sekadar Instruksi, SMKN 1 Kunto Darussalam Susun Tata Tertib Lewat Dialog Terbuka

IMG-20260821-WA0005
Rapat komite yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, di lingkungan SMKN 1 Kunto Darussalam..

Jurnalis:

kabarbaru.co Rokan Hulu — Penyusunan tata tertib sekolah tak selalu harus dimulai dari keputusan sepihak. SMK Negeri 1 Kunto Darussalam memilih pendekatan berbeda dengan membuka ruang dialog antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa.
Langkah itu dilakukan melalui rapat pembahasan “Kesepakatan dan Kesepahaman Bersama mengenai Tata Tertib Sekolah” yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, di lingkungan SMKN 1 Kunto Darussalam.

Kepala SMKN 1 Kunto Darussalam, Ifiandi, S.Si., M.M., mengundang Ketua beserta jajaran anggota Komite Sekolah untuk membahas aturan yang nantinya menjadi pedoman bagi siswa.

Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian aturan dari sekolah. Komite dan perwakilan orang tua juga diberi kesempatan untuk memahami, mengkaji, serta memberikan masukan terhadap ketentuan yang akan diterapkan.

Aturan yang Dipahami, Bukan Sekadar DijalankanTata tertib sekolah berkaitan langsung dengan kehidupan siswa sehari-hari. Di dalamnya terdapat ketentuan mengenai kedisiplinan, hak dan kewajiban, larangan, hingga konsekuensi atas pelanggaran.Karena itu, aturan tidak hanya berdampak kepada siswa ketika berada di lingkungan sekolah. Peran orang tua juga diperlukan agar pembinaan dan pendidikan karakter dapat berjalan searah di rumah.

Melalui pembahasan bersama, tata tertib diharapkan tidak berhenti sebagai kumpulan larangan dan sanksi. Aturan tersebut diharapkan menjadi pedoman yang dipahami dan dijalankan bersama oleh sekolah, siswa, serta orang tua.Di titik inilah komite sekolah memiliki posisi penting. Komite menjadi penghubung antara pihak sekolah dan orang tua, sekaligus ruang untuk menyampaikan aspirasi sebelum tata tertib ditetapkan sebagai kesepakatan bersama.

Komite: Ruang Menyampaikan Aspirasi Orang Tua

Sekretaris Komite Sekolah SMKN 1 Kunto Darussalam, Charles Manullang, S.H., M.H., yang hadir dalam pembahasan tersebut mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah.

Menurut Charles, pelibatan komite menunjukkan bahwa hubungan sekolah dengan orang tua tidak hanya berkaitan dengan urusan administratif. Ada ruang bagi orang tua untuk ikut memberikan pandangan terhadap kebijakan yang menyangkut pendidikan dan pembinaan siswa.

“Komite diberikan ruang yang luas untuk menyalurkan aspirasi dan memberikan masukan objektif. Tujuannya jelas, agar aturan yang disusun dapat dipahami secara komprehensif oleh masyarakat luas,” ujar Charles.

Dalam forum itu, setiap ketentuan dibahas bersama. Pihak sekolah menjelaskan kebutuhan dan tujuan dari aturan yang disusun, sementara komite dan perwakilan orang tua dapat memberikan pandangan berdasarkan kondisi siswa serta lingkungan keluarga.

Pola komunikasi seperti ini membuat tata tertib tidak semata-mata dilihat sebagai daftar larangan. Lebih jauh, aturan diharapkan menjadi bagian dari proses membangun disiplin, tanggung jawab, integritas, dan karakter siswa.

Dari Kepatuhan Menuju Kesadaran
Pada akhirnya, tujuan dari tata tertib bukan sekadar membuat siswa takut terhadap sanksi. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bahwa setiap aturan memiliki alasan dan konsekuensi.

Kepatuhan yang hanya muncul karena takut terhadap hukuman cenderung bersifat sementara. Sebaliknya, aturan yang dipahami dan disepakati bersama berpeluang membangun kesadaran yang lebih kuat dalam diri siswa.

Peran orang tua menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendidikan karakter tidak berhenti ketika siswa meninggalkan lingkungan sekolah. Nilai-nilai disiplin yang dibangun di sekolah perlu mendapat dukungan dan pembiasaan di lingkungan keluarga.

Karena itu, pembahasan tata tertib bersama komite sekolah bukan sekadar agenda rapat. Proses tersebut menjadi upaya untuk menyatukan pemahaman antara sekolah dan orang tua mengenai bagaimana siswa dibimbing, didisiplinkan, sekaligus diberikan ruang untuk berkembang.

SMKN 1 Kunto Darussalam pada akhirnya tidak hanya ingin melahirkan siswa yang patuh terhadap aturan. Lebih dari itu, sekolah ingin membangun generasi yang mampu memahami tanggung jawab, menghargai ketentuan, serta menyadari konsekuensi dari setiap tindakan.

Tata tertib pun tidak berhenti sebagai tulisan di atas kertas. Ia menjadi kesepahaman yang diharapkan dapat dipahami, diterima, dan dijalankan bersama.

Rapat ditutup dengan kesepahaman dan kesepakatan aklamasi oleh seluruh orang tua yang hadir yang selanjutnya akan dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai oleh masing-masing orang tua siswa/i.

Penulis: Rahmad

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store