Jaga Independensi, Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Jakarta – Lima aliansi mahasiswa besar yang tergabung dalam Gabungan Aliansi BEM Nasional menyampaikan deklarasi kebangsaan secara terbuka di Gedung Autista, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Aliansi ini terdiri dari BEM Nusantara, BEM PTNU Se-Nusantara, DEMA PTKIN, Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia, dan BEM Kristiani Indonesia.
Deklarasi bersama tersebut digelar sebagai bentuk penegasan sikap mahasiswa untuk menjaga kemurnian gerakan, menolak infiltrasi kepentingan politik praktis, serta mengawal jalannya pembangunan nasional agar tetap berpijak pada amanat konstitusi.
Koordinator Pusat BEM Nusantara, Muhammad Sardani, mengungkapkan bahwa gerakan mahasiswa saat ini sedang menghadapi tantangan eksternal yang serius berupa upaya penunggangan dari aktor-aktor politik luar.
“Mahasiswa tidak boleh menjadi alat kekuasaan dan tidak boleh pula menjadi alat kelompok yang memiliki agenda politik tertentu. Gerakan mahasiswa lahir dari kepentingan rakyat dan harus tetap kembali kepada rakyat. Karena itu, kami menolak segala bentuk infiltrasi terhadap organisasi mahasiswa di seluruh Indonesia,” ujar Sardani.
Senada dengan itu, Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, menambahkan bahwa mahasiswa memosisikan diri secara independen sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sebagai oposisi maupun pendukung buta. Ketika kebijakan negara berpihak pada masyarakat, mahasiswa akan mendukung. Sebaliknya, kritikan tajam akan dilayangkan jika terjadi penyimpangan nilai keadilan sosial.
Di sisi lain, Koordinator Pusat DEMA PTKIN, Miftahul Rizqi, mengkritik maraknya fenomena politik provokasi di ruang publik yang dinilai mengaburkan substansi persoalan bangsa. Ia menyayangkan sikap sejumlah pihak yang dituding menjadikan penderitaan riil buruh, petani, dan isu pendidikan hanya sebagai bahan bakar popularitas pribadi.
Lima Poin Tuntutan Utama Aliansi BEM Nasional
Sebagai perwujudan konkret dari kendali moral (moral force), Gabungan Aliansi BEM Nasional merumuskan lima maklumat tuntutan yang ditujukan kepada para elite politik dan pemerintah:
-
Pertama: Menjaga independensi dan kemurnian gerakan mahasiswa dari segala bentuk intervensi politik praktis.
-
Kedua: Mengutuk keras dan menolak infiltrasi serta penunggangan gerakan mahasiswa oleh kelompok berkepentingan.
-
Ketiga: Menolak politik provokasi dan penggunaan isu penderitaan rakyat sebagai alat membangun popularitas pribadi.
-
Keempat: Mendesak pemerintah untuk membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas serta menerima kritik mahasiswa secara konstruktif.
-
Kelima: Mendesak implementasi nyata Pasal 33 UUD 1945 melalui kebijakan ekonomi yang berorientasi penuh pada kesejahteraan rakyat luas.
Melalui deklarasi di Jatinegara ini, kolektif mahasiswa nasional menegaskan komitmennya untuk mengembalikan marwah perjuangan mahasiswa ke jalur berbasis kajian ilmiah dan gagasan solutif, alih-alih ikut larut dalam kompetisi sensasi politik praktis yang memicu kegaduhan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
