Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

10 Kiat Rizki Dwi Febriansyah dalam Membangun Karya Dakwah Digital

870abd23-b8eb-4d04-9604-9aa57574b670
Rizki Dwi Febriansyah.

Jurnalis:

KABAR BARU, BOGOR – Perkembangan teknologi digital membuka ruang baru bagi generasi muda untuk menghadirkan dakwah secara lebih kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Dakwah tidak lagi hanya hadir melalui mimbar, majelis, atau media konvensional, tetapi juga melalui website, aplikasi, media sosial, hingga kecerdasan buatan.

Hal tersebut menjadi perhatian Rizki Dwi Febriansyah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor. Melalui minatnya pada teknologi, desain, komunikasi, dan pengembangan media digital, Rizki berupaya menghadirkan karya dakwah yang dekat dengan kebiasaan generasi muda.

Salah satu gagasan yang ia kembangkan adalah Iman in Motion, sebuah web rekomendasi film berbasis mood yang dirancang sebagai model literasi dakwah digital. Platform tersebut menghadirkan rekomendasi tontonan berdasarkan kondisi emosional pengguna, seperti sedih, gelisah, bahagia, marah, rindu, hingga sedang mencari hidayah.

Rizki menilai, dakwah digital tidak cukup hanya memindahkan materi keislaman ke internet. Dakwah perlu dirancang dengan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakter audiens dan perkembangan media.

“Teknologi seharusnya tidak hanya dipahami sebagai alat modernisasi, tetapi juga sebagai ruang untuk menghadirkan manfaat. Dalam konteks dakwah, teknologi bisa menjadi jembatan agar pesan kebaikan lebih mudah diterima generasi hari ini,” ujar Rizki.

Dari proses pengembangan karya tersebut, berikut 10 kiat Rizki Dwi Febriansyah dalam membangun karya dakwah digital.

  1. Menempatkan Manfaat sebagai Fondasi Karya

Karya digital perlu memiliki orientasi manfaat yang jelas. Dalam konteks dakwah, teknologi tidak cukup hanya menawarkan tampilan menarik atau fitur modern. Karya digital harus mampu menjawab kebutuhan pengguna dan memberi nilai yang dapat dirasakan.

Orientasi manfaat menjadi dasar dalam merancang konsep, menentukan fitur, menyusun tampilan, hingga memilih cara penyampaian pesan. Dengan demikian, dakwah digital tidak berhenti sebagai produk visual, tetapi menjadi media yang benar-benar berfungsi.

  1. Memahami Perubahan Cara Audiens Menerima Pesan

Perubahan perilaku audiens menjadi tantangan penting dalam dakwah digital. Generasi muda hari ini terbiasa menerima informasi melalui media yang cepat, visual, interaktif, dan personal.

Karena itu, pesan dakwah perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebiasaan audiens. Nilai dakwah tetap dijaga, tetapi cara penyampaiannya perlu disesuaikan agar lebih komunikatif, mudah dipahami, dan tidak terasa jauh dari kehidupan sehari-hari.

  1. Menggabungkan Ilmu Komunikasi, Dakwah, dan Teknologi

Sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Rizki melihat bahwa ilmu KPI memiliki peran penting dalam pengembangan media dakwah digital. Ilmu komunikasi membantu menyusun pesan, dakwah memberi arah nilai, sementara teknologi menjadi medium untuk menyampaikannya.

Perpaduan tersebut membuat karya digital tidak hanya dibangun berdasarkan aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan tujuan komunikasi, karakter pengguna, serta tanggung jawab pesan.

  1. Merancang Karya Berdasarkan Masalah Nyata

Karya digital yang baik berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan pengguna. Dalam pengembangan Iman in Motion, Rizki melihat kebiasaan generasi muda yang sering mencari hiburan berdasarkan suasana hati.

Dari kebiasaan tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan rekomendasi film berbasis mood yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga membuka ruang refleksi dan literasi dakwah.

“Banyak orang mencari tontonan sesuai suasana hati. Dari situ muncul gagasan bagaimana kebiasaan itu bisa diarahkan menjadi pengalaman yang lebih reflektif,” kata Rizki.

  1. Menjadikan Pengalaman Pengguna sebagai Prioritas

Dalam pengembangan media digital, pengalaman pengguna menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. Sebuah platform dakwah harus mudah digunakan, nyaman dibaca, dan tidak membingungkan.

Desain, alur navigasi, bahasa, hingga keterbacaan menentukan apakah pesan dakwah dapat diterima dengan baik. Pesan yang baik membutuhkan medium yang nyaman agar dapat tersampaikan secara maksimal.

  1. Menggunakan Desain sebagai Strategi Komunikasi

Desain dalam dakwah digital tidak hanya berfungsi memperindah tampilan. Desain merupakan bagian dari strategi komunikasi.

Pemilihan warna, tata letak, tipografi, ikon, dan visual dapat memengaruhi cara pengguna memahami pesan. Dalam ruang digital, kesan pertama sering kali ditentukan oleh tampilan. Karena itu, desain perlu dikelola secara serius agar mendukung tujuan dakwah.

  1. Memanfaatkan AI dengan Etika dan Batasan

Kecerdasan buatan membuka peluang baru dalam pengembangan dakwah digital. AI dapat membantu personalisasi layanan, memberikan rekomendasi, menjawab pertanyaan awal, hingga membantu pengguna menemukan informasi dengan lebih cepat.

Namun, pemanfaatan AI tetap membutuhkan etika dan batasan. Dalam konteks dakwah, teknologi tidak boleh diposisikan sebagai pengganti otoritas keilmuan. AI lebih tepat ditempatkan sebagai alat bantu yang tetap berada dalam koridor kehati-hatian dan tanggung jawab.

“AI bisa membantu, tetapi tidak boleh menjadi sumber kebenaran tunggal. Dalam dakwah, tetap perlu ada etika, kehati-hatian, dan rujukan yang jelas,” tegas Rizki.

  1. Membangun Kemampuan Lintas Bidang

Karya dakwah digital menuntut kemampuan yang beragam. Pengembang media dakwah masa kini perlu memahami komunikasi, penulisan, desain, teknologi, riset audiens, hingga pengelolaan produk digital.

Kemampuan lintas bidang membuat proses pengembangan karya menjadi lebih utuh. Sebuah gagasan tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi produk yang layak digunakan.

  1. Menjaga Identitas Nilai di Tengah Tren Digital

Di tengah arus tren digital yang terus berubah, karya dakwah digital perlu memiliki identitas nilai yang jelas. Teknologi boleh berkembang, desain boleh mengikuti zaman, tetapi orientasi karya harus tetap berpijak pada nilai keislaman, kesantunan, tanggung jawab, dan kebermanfaatan.

Identitas nilai menjadi pembeda agar karya dakwah digital tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memiliki arah dan karakter yang kuat.

  1. Mengembangkan Karya secara Berkelanjutan

Karya digital merupakan proses jangka panjang. Sebuah platform tidak selesai hanya ketika berhasil diluncurkan. Karya tersebut perlu terus diperbaiki melalui evaluasi, pembaruan konten, pengembangan fitur, dan masukan dari pengguna.

Keberlanjutan menjadi penting agar dakwah digital tidak hanya hadir sebagai proyek sesaat, tetapi mampu berkembang menjadi media yang relevan dan bermanfaat dalam jangka panjang.

Generasi Muda dan Masa Depan Dakwah Digital

Kehadiran karya seperti Iman in Motion menunjukkan bahwa dakwah digital memiliki ruang pengembangan yang luas. Melalui pendekatan teknologi, pesan dakwah dapat dikemas dalam bentuk yang lebih interaktif, personal, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat modern.

Rizki menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran dalam transformasi dakwah di era digital. Dengan menggabungkan ilmu komunikasi, nilai keislaman, desain, dan teknologi, generasi muda memiliki peluang untuk menghadirkan media dakwah yang tidak hanya informatif, tetapi juga dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Kita juga perlu berani menjadi pencipta karya yang punya nilai dan manfaat,” ujar Rizki.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, dakwah digital membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas. Ia memerlukan visi, tanggung jawab, serta kemampuan membaca zaman. Melalui proses tersebut, karya digital dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pesan kebaikan yang lebih luas, relevan, dan berkelanjutan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store