Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Profil Prihantini Salah Satu Mafia Conference yang Terbongkar di Kopenhagen Denmark

Desain tanpa judul - 2026-06-05T093224.433
Oknum peneliti independen asal Indonesia, Prihantini alias Titin (Foto: Ardisatriawan).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Dunia akademik internasional gempar oleh skandal penelitian palsu yang melibatkan oknum peneliti independen asal Indonesia, Prihantini alias Titin.

Bersama rekannya, Rifaldy Fajar, Titin diduga kuat memanipulasi data demi berburu travel grant atau bantuan dana perjalanan ke luar negeri.

Kedok riset palsu ini mulai terkuak setelah mereka menghadiri konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISDP) di Kopenhagen, Denmark.

Epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, menjadi sosok pertama yang mengendus dan membongkar kejanggalan riset tersebut ke publik.

Dwi Diningrat mengungkapkan bahwa Prihantini melakukan kecurangan sistematis dengan mencantumkan afiliasi fiktif.

Titin mencatut nama lembaga palsu seperti Al-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation untuk memuluskan langkahnya.

Gunakan AI dan Palsukan Identitas

Aksi nekat alumnus beasiswa LPDP di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini tergolong sangat berani. Saat melakukan sesi presentasi di hadapan para ilmuwan dunia, Titin nekat memalsukan identitasnya.

Dwi Diningrat juga menyebut bahwa hasil riset yang Titin paparkan merupakan produk kecerdasan buatan (AI) tanpa adanya data lapangan yang nyata.

“Selama konferensi, Prihantini selalu menghindari interaksi dengan sesama delegasi asal Indonesia. Dia juga kerap berganti-ganti nama saat berkenalan dengan orang lain,” ungkap Dwi Diningrat.

Padahal, bantuan dana travel grant tersebut sejatinya bertujuan mulia untuk menyokong biaya akomodasi akademisi, mahasiswa, atau profesional yang ingin menghadiri konferensi ilmiah internasional orisinal di luar negeri.

Berprestasi Tapi Terlibat Skandal

Sebelum terseret kasus memalukan ini, Prihantini terkenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak akademik mentereng.

Berdasarkan data PDDikti, ia merupakan lulusan S1 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2015–2019 dan melanjutkan studi S2 bidang Matematika di ITB.

Semasa kuliah, Titin mengukir banyak prestasi, antara lain: Juara 1 Pertamina National Science Olympiad bidang Matematika. Delegasi UNY dalam Student Visit Program di FPT International University. Meraih Double Silver Award di International Invention & Innovation Competition (2018). Meraih Gold Medal World Invention and Innovation Forum di China (2017).

Ia bahkan menginisiasi komunitas Orbit Paper untuk mendampingi penulisan akademik mahasiswa sejak 2018 dan mendirikan komunitas Youth Passion to Action (YPA).

Titin juga sempat mencicipi pengalaman sebagai Research Assistant di Balai Besar Laboratorium Kesehatan serta terlibat proyek hidrodinamika di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

ITB Dukung Proses Hukum

Menanggapi kegaduhan ini, pihak Institut Teknologi Bandung langsung mengambil sikap tegas.

Kampus Ganesha tersebut menyatakan bahwa seluruh tindakan lancung Prihantini merupakan inisiatif pribadi yang terjadi di luar wewenang, pengetahuan, maupun pengawasan pihak kampus.

Institut Teknologi Bandung menegaskan tidak memikul tanggung jawab atas segala aktivitas alumni yang telah menyelesaikan masa studinya.

Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, menyatakan bahwa institusinya sangat menghormati jika kasus ini bergulir ke ranah hukum.

“Jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud,” tutur Aep Patah.

Pihak ITB kembali berkomitmen penuh untuk menjaga integritas akademik.

Kampus menolak keras segala bentuk ruang bagi pelanggaran ilmiah, mulai dari plagiarisme, pemalsuan data riset, hingga manipulasi temuan ilmiah di masa mendatang.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store