Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Mahasiswa UNEJ Angkat Permainan Tradisional sebagai Metode Pendidikan, Sabet Juara Nasional

Kabarbaru.co
Mahasiswa Unej bersama anak-anak Desa (Dok :Istimewa).

Jurnalis:

Kabarbaru, Jember – Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, dunia pendidikan mulai melirik kembali pendekatan yang lebih membumi: permainan tradisional. Aktivitas yang dulu dianggap sekadar hiburan kini diposisikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif, sekaligus sarana pelestarian budaya lokal.

Pendekatan ini dinilai sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas.

Inisiatif tersebut diangkat oleh tim mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (UNEJ) yang beranggotakan Marsha Hafiz Devara, Khairunnisa, dan Sulis Tya Wati. Mengusung nama “Mojokerto Team”, mereka mengemas gagasan ini dalam bentuk karya video berbasis mobile journalism dengan mengambil lokasi di Tanoker Ledokombo, Jember.

Melalui dokumentasi tersebut, Tanoker ditampilkan sebagai ruang belajar alternatif yang memadukan pendidikan dengan permainan tradisional seperti egrang. Metode ini tidak hanya membantu meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kemandirian, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Di sisi lain, pendekatan ini turut menjadi solusi untuk menekan ketergantungan anak pada gadget.

Marsha mengungkapkan bahwa pemilihan Tanoker bukan tanpa alasan. Timnya mencari praktik pendidikan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran.

“Kami ingin mengangkat konsep pendidikan yang tidak monoton. Tanoker menawarkan pendekatan yang segar karena menggabungkan unsur budaya dengan proses belajar, sehingga anak-anak bisa berkembang tanpa harus bergantung pada perangkat digital,” jelasnya.

Dalam proses produksi, tim mengandalkan teknik jurnalistik berbasis ponsel yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kreativitas. Mereka melakukan peliputan langsung, mulai dari observasi hingga wawancara dengan pengelola dan peserta didik untuk mendapatkan gambaran utuh tentang metode pembelajaran yang diterapkan.

Perjalanan produksi tidak lepas dari kendala. Jarak lokasi yang cukup jauh serta keterbatasan materi visual sempat menjadi hambatan serius. Bahkan, tim harus kembali ke lokasi untuk melengkapi kebutuhan gambar yang dirasa kurang saat proses penyuntingan.

“Kami sempat kewalahan karena kekurangan footage saat editing. Akhirnya harus kembali lagi ke lokasi agar hasil videonya maksimal,” tutur Marsha.

Meski menghadapi berbagai tantangan, upaya tersebut terbayar lunas. Karya mereka sukses meraih Juara 1 dalam ajang C’MON 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya pada kategori Mobile Journalism.

Capaian ini menunjukkan bahwa konten edukatif yang dikemas secara kreatif dan relevan dengan kehidupan sosial memiliki daya tarik tersendiri. Lebih dari sekadar kompetisi, karya ini menjadi refleksi bahwa inovasi dalam pendidikan tidak selalu harus bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga bisa lahir dari kearifan lokal.

Marsha pun mengajak generasi muda untuk berani mengambil peluang dan terus mencoba, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

“Jangan takut gagal. Dari proses itu kita bisa belajar banyak hal dan memperbaiki strategi ke depan,” ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan mampu menginspirasi dunia pendidikan untuk terus mengeksplorasi metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai budaya dan karakter.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store