Dua Napi Terorisme di Lapas Purwakarta Ikrar Setia kepada NKRI

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Dua warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus tindak pidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwakarta resmi mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Jumat (24/7/2026). Momen tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan dan deradikalisasi yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Prosesi ikrar berlangsung khidmat di Aula Serbaguna Lapas Kelas IIB Purwakarta dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Purwakarta, Mizan Muhami. Dua warga binaan yang menyatakan kesetiaannya kepada NKRI adalah Febri Naldi Atmantri dan Daud Fahri Afandi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Tahanan, Kesehatan, dan Rehabilitasi Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Ishadi Maja Prayitno. Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta Mohamad Ramdhan, Kasat Intelkam Polres Purwakarta AKP Agus Mulyadi, perwakilan Kodim 0619/Purwakarta Lettu Arm Andi Kamajaya, Kasubsi Penuntutan dan Eksekusi Kejaksaan Negeri Purwakarta Angelica Laura, Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta Usep Saepul Mupti, perwakilan Densus 88 Antiteror Polri Kompol Nanang Sudrajat, serta Kasi Identifikasi Narapidana Subdirektorat Bina Dalam Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ahmad Fauzi.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwakarta, Mizan Muhami, mengatakan bahwa ikrar setia kepada NKRI merupakan bagian dari tahapan strategis dalam program pembinaan kepribadian dan deradikalisasi bagi narapidana tindak pidana terorisme.
“Program ini merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan pemahaman kebangsaan, memperkuat komitmen terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi warga binaan tindak pidana terorisme,” ujar Mizan.
Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari perubahan perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran untuk menerima dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ikrar kesetiaan kepada NKRI menjadi indikator penting bahwa proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan kepribadian, pembinaan keagamaan, penguatan wawasan kebangsaan, dan program deradikalisasi telah menunjukkan hasil yang positif,” katanya.
Mizan menegaskan, Lapas Kelas IIB Purwakarta akan terus berkomitmen menjalankan program pembinaan secara humanis, terarah, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat proses reintegrasi sosial sehingga warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, setia kepada NKRI, serta berkontribusi secara positif bagi pembangunan bangsa.
Prosesi ikrar setia NKRI ini sekaligus menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam memperkuat upaya deradikalisasi melalui pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, nasionalisme, dan semangat persatuan Indonesia.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
