Diskusi Kemerdekaan, KPMIPM Ajak Mahasiswa Maknai Kemerdekaan dengan Merawat Daerah

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo— Paguyuban Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parigi Moutong (KPMIPM) menggelar diskusi kemerdekaan bertema “81 Tahun Indonesia Merdeka: Memahami Makna Kemerdekaan bagi Pelajar dan Mahasiswa”, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 hingga 22.00 WITA itu digelar di Wisata Sungai Longalo Botu, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Diskusi menghadirkan Adrianto, Presiden Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia se-Sulawesi Tengah (PPMI Sulteng), sebagai pemateri. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Yuni Hasan yang juga merupakan Sekretaris Umum KPMIPM.
Mengawali materi, Adrianto mengajak peserta merefleksikan kembali perjalanan panjang perjuangan para pahlawan dalam merebut hingga mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan yang dirasakan generasi saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata.
Menurut Adrianto, salah satu bentuk mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan merawat daerah yang telah diwariskan oleh para pahlawan. Hal itu dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga potensi daerah, melestarikan kebudayaan, serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Dalam konteks pelajar dan mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dar penjajahan. Kemerdekaan juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Pembahasan kemudian diarahkan pada ko⁸ndisi daerah asal peserta, yakni Parigi Moutong. Peserta diajak melihat potensi sekaligus persoalan daerah sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda untuk ikut merawat dan membangun daerah.
Diskusi berlangsung secara interaktif. Pemateri dan peserta saling bertukar pandangan mengenai kondisi Parigi Moutong, termasuk bagaimana pelajar dan mahasiswa dapat mengambil peran dalam mendorong kemajuan daerah.
Forum tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa kini tidak harus dilakukan melalui peperangan, tetapi dapat diwujudkan dengan pendidikan, kepedulian sosial, serta kontribusi terhadap lingkungan dan daerah.
Melalui kegiatan ini, KPMIPM berharap mahasiswa tidak hanya memahami sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi juga mampu meneruskan semangat para pahlawan melalui tindakan nyata dalam kehidupan akademik, sosial, dan pembangunan daerah.
Diskusi ditutup dengan refleksi bersama mengenai pentingnya memaknai kemerdekaan dengan merawat daerah, memperkuat kepedulian terhadap masyarakat, serta mengambil peran aktif sebagai generasi penerus bangsa. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
