Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Filix Pratama Bongkar 8 Trik Bikin Konten Drama Keluarga yang Berpeluang Tembus Jutaan View

WhatsApp Image 2026-08-17 at 19.23.51
Fillix Pratama, Kreator asal Pematangsiantar. (Foto: Dok/Ist)..

Jurnalis:

Kabar Baru, Inspiratif –  Konten drama keluarga menjadi salah satu format yang menarik perhatian di media sosial. Cerita tentang hubungan orang tua dan anak, kakak dan adik, hingga berbagai konflik kecil di rumah memiliki kedekatan dengan kehidupan banyak orang.

Namun, membuat konten drama keluarga yang menarik bukan sekadar menempatkan beberapa anggota keluarga di depan kamera. Dibutuhkan cerita yang kuat, karakter yang mudah dikenali, chemistry yang natural, serta kemampuan membuat penonton penasaran hingga akhir video.

Hal tersebut dapat dilihat dari perjalanan Fillix Pratama. Kreator asal Pematangsiantar ini mengawali kariernya pada 2021 dengan membuat konten bersama keluarga. Berbagai vlog, drama komedi, family, lifestyle, daily, hingga konten hiburan kemudian menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya.

Hingga 2026, Fillix telah memiliki sekitar 11,8 juta pengikut di TikTok, 1,8 juta followers di Instagram, serta sekitar 642 ribu subscriber di YouTube.

Dari perjalanan tersebut, berikut delapan trik yang dapat menjadi inspirasi bagi kreator yang ingin mengembangkan konten drama keluarga.

  1. Angkat Konflik Keluarga yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Trik pertama adalah mencari cerita dari kejadian yang sebenarnya sering terjadi di lingkungan keluarga.

Tidak perlu langsung membuat cerita dengan konflik besar. Justru persoalan sederhana seperti rebutan makanan, meminta uang, anak ketahuan berbohong, kakak menjahili adik, orang tua salah memahami perkataan anak, atau perselisihan kecil antarsaudara dapat menjadi materi yang menarik.

Kekuatan cerita seperti ini terletak pada sifatnya yang relatable. Ketika penonton merasa pernah mengalami kejadian serupa, mereka akan lebih mudah terhubung dengan video.

Misalnya, cerita tentang seorang anak yang meminta uang kepada orang tua. Cerita bisa dimulai dengan permintaan sederhana, kemudian berkembang karena orang tua bertanya untuk apa uang tersebut. Dari sini, muncul berbagai alasan lucu hingga akhirnya terdapat kejutan di akhir.

Fillix sendiri banyak memanfaatkan kehidupan keluarga sebagai sumber ide. Interaksi sehari-hari kemudian dikembangkan menjadi konten drama dan komedi yang menghibur.

  1. Buat Karakter Setiap Anggota Keluarga Mudah Dikenali

Drama keluarga akan terasa lebih menarik jika setiap anggota keluarga memiliki karakter yang jelas.

Misalnya, ayah memiliki karakter tegas, ibu lebih perhatian tetapi mudah panik, kakak suka mengganggu adik, sementara adik memiliki karakter polos atau justru paling jahil.

Karakter tersebut tidak perlu dibuat berlebihan. Yang terpenting adalah konsistensi.

Jika seorang anggota keluarga dikenal sebagai sosok yang mudah marah dalam konten, karakter tersebut bisa muncul secara konsisten dalam berbagai cerita. Begitu juga dengan anggota keluarga yang dikenal sebagai sosok polos atau lucu.

Dengan karakter yang kuat, penonton akan lebih mudah mengingat setiap orang. Bahkan, mereka bisa mulai menantikan interaksi antara karakter tertentu.

Hal ini juga dapat diterapkan dalam konten Fillix bersama adik-adiknya, Mischel, Auladi, dan Fatih. Masing-masing dapat diberikan ruang untuk menunjukkan karakter sehingga dinamika keluarga menjadi semakin hidup.

  1. Bangun Rasa Penasaran Sejak Awal Video

Salah satu bagian paling penting dalam konten drama adalah pembukaan.

Jangan membuat penonton menunggu terlalu lama sebelum mengetahui masalah utama. Beberapa detik pertama harus memberikan alasan bagi penonton untuk terus menyaksikan.

Contohnya, video dapat dibuka dengan adegan seorang ibu marah sambil mengatakan bahwa ada sesuatu yang hilang. Penonton langsung dibuat penasaran tentang apa yang hilang dan siapa yang mengambilnya.

Setelah itu, cerita baru bergerak mundur untuk menjelaskan bagaimana masalah tersebut terjadi.

Teknik seperti ini membuat penonton memiliki pertanyaan yang ingin mereka jawab melalui video.

Jadi, daripada memulai dengan adegan perkenalan yang panjang, langsung masukkan penonton ke dalam situasi yang membuat penasaran.

  1. Jangan Takut Memberikan Twist di Akhir

Drama keluarga yang menarik biasanya memiliki kejutan.

Setelah membangun konflik sepanjang video, berikan penyelesaian yang tidak terlalu mudah ditebak. Twist tidak harus rumit. Bahkan, kejutan sederhana bisa menghasilkan efek komedi yang kuat.

Misalnya, sepanjang video penonton dibuat percaya bahwa seorang adik telah mengambil uang milik kakaknya. Berbagai anggota keluarga kemudian ikut menuduhnya.

Di akhir cerita, ternyata uang tersebut sejak awal berada di tempat lain dan tidak pernah diambil siapa pun.

Atau, seseorang yang terlihat paling tidak bersalah justru ternyata menjadi penyebab seluruh masalah.

Twist membuat penonton merasa mendapatkan sesuatu setelah mengikuti cerita sampai akhir.

Namun, kejutan tetap harus masuk akal dengan alur cerita. Jangan memasukkan twist hanya demi mengejutkan penonton karena dapat membuat cerita terasa dipaksakan.

  1. Manfaatkan Chemistry Asli Keluarga

Kelebihan utama membuat drama bersama keluarga adalah chemistry yang sudah terbentuk secara alami.

Hubungan antara kakak dan adik, orang tua dan anak, maupun saudara kandung memiliki dinamika yang tidak mudah dibuat oleh pemeran yang baru bertemu.

Karena itu, jangan terlalu memaksakan dialog.

Biarkan gaya bicara sehari-hari, ekspresi spontan, kebiasaan, hingga reaksi setiap anggota keluarga tetap terlihat.

Misalnya, ketika seorang anggota keluarga tiba-tiba tertawa karena lupa dialog atau salah melakukan adegan, momen tersebut terkadang justru dapat menjadi bagian menarik jika sesuai dengan konsep video.

Keharmonisan dan kekompakan keluarga juga dapat menjadi identitas tersendiri.

Dalam perjalanan Fillix, keluarga bukan hanya menjadi pemeran dalam video. Mereka juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya hingga akhirnya beberapa anggota keluarga ikut dikenal di media sosial.

  1. Gabungkan Drama dengan Komedi

Konten drama keluarga tidak harus selalu serius.

Salah satu cara membuat cerita lebih ringan adalah memasukkan unsur komedi di tengah konflik.

Misalnya, ketika seorang ayah sedang marah kepada anaknya, tiba-tiba muncul anggota keluarga lain yang salah memahami situasi dan justru membuat masalah semakin rumit.

Komedi juga bisa muncul dari ekspresi wajah, respons spontan, salah paham, atau karakter tertentu.

Format drama komedi seperti ini memungkinkan penonton mendapatkan cerita sekaligus hiburan.

Fillix sendiri dikenal mengembangkan konten yang memadukan unsur keluarga dan komedi. Pendekatan tersebut membuat kontennya tidak hanya mengandalkan punchline, tetapi juga memiliki cerita yang dapat diikuti.

  1. Libatkan Lebih Banyak Anggota Keluarga Secara Natural

Semakin banyak anggota keluarga yang memiliki karakter berbeda, semakin banyak kemungkinan cerita yang bisa dikembangkan.

Namun, bukan berarti semua orang harus selalu muncul dalam satu video.

Pilih anggota keluarga sesuai kebutuhan cerita. Jika ceritanya tentang kakak dan adik, cukup fokus pada dua atau tiga karakter. Jika konfliknya membutuhkan orang tua, barulah karakter tersebut masuk.

Cara ini membuat cerita lebih fokus dan tidak terlalu ramai.

Fillix sendiri berhasil membawa adik-adiknya, Mischel, Auladi, dan Fatih, untuk ikut berkarier di TikTok dan media sosial lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa konten keluarga bisa berkembang menjadi perjalanan kreatif bersama.

Selain menghasilkan konten, keterlibatan anggota keluarga juga dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan masing-masing di dunia digital.

  1. Konsisten, Evaluasi Konten, dan Jangan Hanya Mengejar Viral

Jutaan view tidak datang dari satu formula yang selalu berhasil.

Setiap akun memiliki karakter audiens berbeda. Karena itu, kreator perlu mencoba berbagai cerita dan melihat respons penonton.

Perhatikan video mana yang paling banyak ditonton, bagian mana yang membuat penonton bertahan, karakter mana yang paling disukai, hingga jenis cerita apa yang paling sering mendapatkan respons.

Dari sana, buat variasi konten berikutnya berdasarkan apa yang sudah dipelajari.

Perjalanan Fillix sejak 2021 hingga 2026 menjadi contoh bahwa membangun audiens membutuhkan konsistensi. Ia tidak hanya membuat satu jenis konten, tetapi terus mengembangkan family, lifestyle, daily, komedi, hingga hiburan.

“Jangan takut mulai dari sesuatu yang sederhana. Yang penting terus mencoba, konsisten, dan mau belajar dari setiap konten yang dibuat,” ujar Fillix.

Pada akhirnya, konten drama keluarga yang berpeluang mendapatkan jutaan views bukan hanya soal kamera atau editing yang bagus. Cerita yang dekat dengan kehidupan penonton, karakter yang kuat, chemistry keluarga, konflik yang menarik, serta konsistensi menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Perjalanan Fillix Pratama menunjukkan bahwa ide sederhana dari rumah pun dapat berkembang menjadi karya yang menjangkau jutaan orang. Berawal dari membuat konten bersama keluarga pada masa pandemi, ia kini telah membangun karier sebagai kreator dengan jutaan pengikut di berbagai platform.

Bagi kreator yang baru memulai, kisah tersebut dapat menjadi pengingat bahwa tidak perlu menunggu ide sempurna untuk berkarya. Terkadang, cerita paling menarik justru berasal dari hal-hal sederhana yang terjadi setiap hari di sekitar kita.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store