Artis Ersya Aurelia Bongkar Sisi Gelap Industri Hiburan Tanah Air

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Jakarta – Aktris Ersya Aurelia akhirnya berani buka suara mengenai sisi gelap industri hiburan tanah air.
Lewat unggahan TikTok pribadinya dan dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Senin (27/04/2026), bintang sinetron ini mengungkap rentetan pengalaman pahit berupa pelecehan seksual selama berkarir.
Ersya mengaku pernah mengalami tindakan tidak pantas mulai dari kontak fisik hingga pelecehan verbal di lokasi syuting.
Kejadian pertama dialami Ersya saat dirinya baru menginjak usia 9 tahun. Kala itu, seorang kru diduga menyentuh bagian betisnya secara tidak sopan sambil melontarkan komentar merendahkan.
Pengalaman tersebut terus membekas dalam ingatan aktris berusia 25 tahun ini sebagai trauma awal di dunia seni peran.
Pelecehan Verbal di Lokasi Syuting
Beberapa tahun lalu, Ersya kembali menghadapi perilaku buruk dari kru di lokasi syuting. Kali ini, pelaku melontarkan candaan bernuansa seksual saat Ersya sedang menjalani proses pengambilan gambar.
Kejadian memuncak ketika pelaku menyanyikan lagu tentang bagian tubuh tertentu saat Ersya sedang melakukan adegan menyapu.
“Aku ingat banget di titik itu aku marah banget sampai aku banting sapunya, terus aku pergi ke ruangan pemain,” tegas Ersya.
Namun, bukan dukungan didapat, lingkungan kerja justru cenderung menormalisasi perilaku tersebut. Ersya merasa marwahnya sebagai perempuan terinjak-injak akibat objektifikasi terus berulang.
Lawan Main Minta Jatah Luar Naskah
Pengalaman tidak menyenangkan juga datang dari sesama aktor dalam sebuah proyek berbeda. Lawan mainnya melakukan improvisasi dialog di luar naskah dengan kalimat menjurus ke arah hubungan seksual.
Aktor tersebut meminta jatah tiga kali sehari dalam dialog fiktif tersebut, sehingga membuat Ersya mendadak bungkam karena terkejut.
Kekecewaan Ersya semakin mendalam lantaran pihak kru tidak ada menegur aksi aktor tersebut. Saat ia menyampaikan keberatan agar adegan itu tidak tayang di televisi, respons sutradara justru jauh dari harapan.
Sang sutradara meminta mereka tidak bertengkar demi menjaga chemistry, tanpa memedulikan perasaan Ersya sebagai korban.
Serukan Perlindungan Bagi Korban
Ersya merasa sangat tidak mendapat dukungan dari lingkungan kerjanya saat menjadi korban. Ia menekankan pentingnya perhatian lebih terhadap keamanan serta kenyamanan para pekerja seni, terutama perempuan.
Baginya, tidak ada seorang pun berhak menjadi objek pelecehan dengan dalih seni atau tuntutan peran.
Melalui keberaniannya berbicara, Ersya berharap industri hiburan mulai berbenah dan menciptakan sistem proteksi lebih baik.
Ia ingin para pelaku mendapatkan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang menimpa talenta muda lainnya. Kini, Ersya memilih fokus pada kesembuhan trauma sambil terus menyuarakan hak-hak korban pelecehan seksual.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

