Ada Apa di Balik Plafon Rumah Yogi Saleh? Bareskrim Turun Tangan

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Upaya mengungkap misteri kematian tragis Yogi Saleh, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, terus dilakukan aparat kepolisian. Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat dan Satreskrim Polres Purwakarta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di kediaman korban, Rabu (17/6/2026) sore.
Kehadiran tim dari Mabes Polri menunjukkan keseriusan aparat dalam mengusut kasus yang menyita perhatian publik tersebut. Sejumlah petugas tampak melakukan pemeriksaan secara detail di setiap bagian rumah korban yang berada di Jalan Patinggi Tiga, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta.
Penyidik berupaya mengumpulkan dan mencocokkan berbagai temuan di lapangan guna menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Setiap petunjuk yang ditemukan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan hingga saat ini penyidik telah meminta keterangan dari sedikitnya lima orang saksi yang dinilai mengetahui aktivitas korban sebelum kejadian.
“Hingga sore ini kami telah memeriksa lima orang saksi, terdiri dari istri korban, mertua korban, serta tiga rekan kerja korban di lingkungan Pemkab Purwakarta,” ujar AKP I Made Purwantara.
Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga terus mengembangkan sejumlah alat bukti yang telah berhasil dikumpulkan sejak awal penanganan perkara.
Yogi Saleh diketahui ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Minggu malam. Hasil pemeriksaan medis dan forensik mengindikasikan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan yang menyebabkan luka serius pada tubuhnya.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, korban mengalami empat luka tusuk, yakni tiga luka tusuk di bagian leher dan satu luka tusuk di bagian ulu hati. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban menjadi korban tindak pidana pembunuhan.
Dalam olah TKP lanjutan, tim identifikasi menemukan sejumlah hal yang dinilai penting untuk kepentingan penyidikan. Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah kondisi plafon rumah yang ditemukan dalam keadaan rusak atau jebol.
Di bawah bagian plafon yang rusak tersebut, petugas menemukan sebuah tangga yang masih berdiri tegak. Temuan itu kini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidik untuk mengetahui kemungkinan jalur akses yang digunakan pelaku saat memasuki maupun meninggalkan rumah korban.
Petugas juga melakukan dokumentasi dan pemeriksaan secara cermat terhadap area sekitar temuan tersebut guna memastikan keterkaitannya dengan peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Tidak hanya itu, penyidik turut menyita dua unit telepon genggam milik korban dan istrinya. Kedua perangkat tersebut telah diserahkan kepada Tim Forensik Digital Polda Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Analisis digital dilakukan guna menelusuri berbagai aktivitas komunikasi, riwayat percakapan, hingga kemungkinan adanya petunjuk lain yang dapat membantu mengungkap fakta di balik kasus tersebut.
Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi dan berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan. Penyidik terus bekerja mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi-saksi lain yang dianggap relevan, serta melakukan pendalaman terhadap seluruh temuan yang diperoleh dari lokasi kejadian.
Polres Purwakarta menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan seluruh kemungkinan terkait pelaku maupun motif kejahatan masih terus didalami secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang ada.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta tidak menyebarkan spekulasi maupun dugaan yang dapat mengganggu jalannya penyidikan serta menunggu hasil resmi yang akan disampaikan oleh pihak kepolisian.
Dengan dukungan tim identifikasi dari Mabes Polri, aparat berharap dapat segera mengungkap secara terang-benderang kasus kematian Yogi Saleh sehingga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
