Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Rembuk Pemuda Siap Pasang Badan Dampingi Kementan Sikat Mafia Beras

Desain tanpa judul - 2026-08-06T142822.718
Ketua Umum Rembuk Pemuda, Aidil Pananrang di Kantor Menteri Pertanian (Foto: Kabarbaru).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Organisasi pemuda Rembuk Pemuda menegaskan komitmen penuh untuk mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memberantas praktik mafia beras di Indonesia.

Langkah tegas ini diambil karena ulah spekulan pangan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat secara finansial, tetapi juga mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Dukungan tersebut lahir usai pengurus Rembuk Pemuda menggelar pertemuan strategis bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Minggu (02/08/2026) kemaren.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengawal tata kelola pangan nasional yang lebih bersih dan transparan.

Ketua Umum Rembuk Pemuda, Aidil Pananrang, menyatakan bahwa masalah mafia beras telah berkembang dari sekadar pelanggaran dagang menjadi krisis tata kelola yang memukul kesejahteraan rakyat.

Pihaknya sangat menyoroti data Kementan yang membongkar besarnya angka kerugian akibat ulah mafia pangan.

Kerugian Konsumen Ratusan Triliun

Berdasarkan temuan Kementan, dugaan penipuan mutu beras premium saja telah merugikan konsumen hingga Rp98 triliun.

Selain itu, praktik penyimpangan pada program beras fortifikasi memicu kerugian konsumen sekitar Rp71,9 triliun per tahun, sekaligus berpotensi merugikan negara sebesar Rp56 triliun.

“Pangan adalah benteng pertahanan negara, dan mafia pangan adalah musuh kedaulatan bangsa. Ketika ada pihak memalsukan kualitas pangan demi keuntungan sepihak, mereka sedang mengancam stabilitas negara. Rembuk Pemuda siap pasang badan bersama Kementan untuk menyikat habis mafia pangan,” tegas Aidil dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Kamis (06/08/2026).

Aidil secara khusus menyoroti dugaan manipulasi beras fortifikasi. Padahal, pemerintah merancang program tersebut untuk meningkatkan gizi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak guna menekan angka stunting.

Penyalahgunaan label gizi ini menilai bentuk pengkhianatan terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Anak Muda Whistleblower Pangan

Rembuk Pemuda menilai keberhasilan Indonesia meraih swasembada pangan merupakan buah kerja keras para petani dan pemerintah.

Oleh karena itu, generasi muda tidak boleh tinggal diam melihat hasil keringat petani dirampas oleh segelintir spekulan.

Sebagai langkah konkret, Rembuk Pemuda akan menggerakkan anak muda di berbagai daerah untuk menjadi whistleblower (pelapor penyimpangan), penggerak edukasi publik, dan mitra strategis pengawasan distribusi pangan.

Mereka akan bekerja sama dengan pemerintah, akademisi, serta masyarakat sipil guna menciptakan ekosistem distribusi yang transparan, adil, dan berpihak pada rakyat.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store