Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Musda MUI Papua Barat Daya Berlanjut Usai Protes Berakhir Damai

Musda MUI Papua Barat Daya Berlanjut Usai Protes Berakhir Damai
Musda MUI Papua Barat Daya Berlanjut Usai Protes Berakhir Damai.

Jurnalis:

Kabar Baru, Sorong – Musyawarah Daerah (Musda) ke-I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat Daya yang berlangsung di Vega Hotel Kota Sorong, Jumat malam (19/6/2026), sempat diwarnai aksi protes dari Majelis Muslim Papua (MMP).

Namun, setelah dilakukan dialog antartokoh, seluruh pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk melanjutkan pelaksanaan musyawarah perdana tersebut.

Ketua Umum MUI Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menjelaskan bahwa persoalan muncul karena adanya perbedaan pemahaman terkait struktur kepengurusan sementara dan hasil Musda.

Menurutnya, pengurus sementara hanya berjumlah 15 orang sesuai ketentuan Dewan Pimpinan MUI Pusat, sedangkan hasil Musda nantinya akan membentuk struktur yang lebih lengkap dengan jumlah anggota sekitar 70 hingga 100 orang.

“Struktur sementara berbeda dengan struktur hasil Musda. Setelah dijelaskan, semua pihak memahami,” ujar Ahmad.

Ia menyebut, keterlambatan pelaksanaan Musda disebabkan sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan waktu, efisiensi anggaran, hingga proses koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kita memulai dari nol, sehingga perlu persiapan waktu dan biaya yang matang,” katanya.

Ahmad menambahkan, pemilihan kepengurusan MUI Papua Barat Daya nantinya dilakukan oleh Tim Formatur yang beranggotakan sekitar 15 orang dari berbagai unsur, seperti pengurus MUI, ormas Islam, pesantren, cendekiawan muslim, dan ketua MUI kabupaten/kota.

Calon pimpinan MUI terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat, yakni memiliki KTP dan berdomisili di Papua Barat Daya serta memenuhi ketentuan keulamaan.

Terkait aksi pemalangan akses masuk lokasi kegiatan, Ahmad menjelaskan hal tersebut merupakan bagian dari tradisi adat setempat. Sebagai solusi, panitia membuka akses lain agar Musda tetap berjalan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Pusat Bidang Ukhuwah, KH. M. Zaitun Rasmin mengapresiasi dinamika yang terjadi. Ia menilai perbedaan pendapat menjadi bagian dari proses demokrasi selama diselesaikan melalui dialog.

“Dinamika ini menunjukkan adanya potensi besar yang perlu dikonsolidasikan untuk kemajuan umat dan daerah,” ujarnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store