Malang Edu Fest 2026 Bangkitkan Semangat Pendidikan Nasional
Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Malang – Semangat kebangkitan pendidikan nasional kembali menggema dari Kota Malang melalui gelaran Malang Edu Fest 2026. Festival pendidikan yang diinisiasi Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM) tersebut sukses menjadi wadah kompetisi akademik sekaligus ruang kolaborasi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) itu berlangsung di Kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sejak Sabtu hingga Minggu pagi (24/5/2026).
Ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias mengikuti rangkaian kompetisi yang dikemas secara edukatif, inovatif, dan kompetitif.
Malang Edu Fest 2026 terselenggara melalui kolaborasi antara GYPEM, ITN Malang, Ikatan Alumni (IKA) ITN Malang, dan Riset Juara. Sinergi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu mendorong lahirnya generasi unggul dan berdaya saing global.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival pendidikan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Malang Edu Fest menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi berbagai elemen dapat menghadirkan ruang pengembangan potensi generasi muda secara positif.
“Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan Malang Edu Fest 2026. Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi mampu melahirkan event pendidikan yang inspiratif, berkualitas, dan membanggakan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi wadah lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Wahyu Hidayat saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas kompetisi, proses penilaian Hardiknas Olympiad Batch 4 serta Lomba Essay Naturaco Batch 2 melibatkan akademisi senior Prof. Dr. Bambang Hariyanto sebagai Ketua Dewan Juri. Kehadirannya sekaligus memperkuat kredibilitas ajang karena ia juga merupakan Kurator Ajang Talenta dan Peserta Didik Pusprenas.
Founder GYPEM sekaligus CEO PT Digital Edu Indonesia, Ahmad Qomaruddin, S.Pd., M.M., mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa gairah pendidikan dan kompetisi akademik di Indonesia masih sangat kuat.
Ia mengungkapkan, meski masa publikasi kegiatan terbilang singkat, yakni hanya sekitar dua minggu sejak poster dirilis hingga babak penyisihan dimulai pada 9 Mei lalu, jumlah peserta yang mendaftar melampaui ekspektasi panitia.
“Menyelenggarakan event pendidikan dalam momentum Hardiknas merupakan bagian dari tanggung jawab moral kami untuk terus menghadirkan ruang belajar dan kompetisi yang sehat bagi generasi muda. Antusiasme yang luar biasa dalam waktu publikasi yang singkat menjadi bukti bahwa semangat pendidikan di Indonesia sangat tinggi. Kami juga berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Malang, ITN Malang, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini,” kata Ahmad Qomaruddin.
Menurutnya, GYPEM berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang inklusif agar setiap pelajar dan pendidik memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik serta mengukur potensi diri secara maksimal.
Sementara itu, Director of Research and Studies GYPEM, Dana Yudha Kristiawan, PhD, menegaskan bahwa Malang Edu Fest 2026 tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi, riset, dan berpikir kritis di kalangan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan standar baru dalam pengembangan kualitas akademik, khususnya pada kemampuan berpikir kritis, analisis, dan penulisan ilmiah. Tingginya kualitas karya yang masuk menunjukkan bahwa budaya literasi dan semangat penelitian di kalangan pelajar maupun pendidik terus berkembang secara positif,” ungkap Dana Yudha.
Malang Edu Fest 2026 resmi ditutup pada Minggu pagi melalui prosesi penganugerahan medali kepada para pemenang. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, festival ini dinilai berhasil menghadirkan kolaborasi nyata antara komunitas kepemudaan dan institusi pendidikan dalam mendorong kemajuan literasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (Red)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

