Andina Narang: Pertemuan Prabowo-Surya Paloh Bukan Transaksi Politik

Jurnalis: Abdul Hamid
Kabar Baru, Jakarta – Ketua Umum DPP Garnita Malahayati Partai NasDem sekaligus Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, mengajak publik melihat secara jernih dinamika hubungan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.
Ia menekankan bahwa komunikasi antar-pemimpin partai merupakan hal wajar dalam sistem presidensial.
Menurutnya, pertemuan tokoh bangsa sebaiknya publik tempatkan dalam kerangka kepentingan nasional, bukan sekadar simplikasi hilangnya identitas politik.
Andina juga menyoroti peran penting insan pers dalam menjaga etika jurnalistik serta keberimbangan informasi.
Ia menyayangkan visualisasi dalam pemberitaan tertentu dinilai merendahkan dan tidak menggambarkan realitas sebenarnya terkait sosok Surya Paloh.
“Ketua Umum Surya Paloh merupakan tokoh bangsa konsisten menjaga demokrasi agar tidak menjadi ajang politik pecah belah atau polarisasi ekstrem,” tegas Andina kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Minggu (18/4/2026).
Sentil Visualisasi AI dan Etika Jurnalistik
Sebagai legislator Komisi I, Andina mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ia menegaskan produksi karya jurnalistik berbasis AI harus tetap aman, andal, serta menghormati hak asasi manusia.
Hal ini krusial agar produk pers tetap mengedepankan akurasi dan verifikasi tanpa menimbulkan tafsir merugikan bagi subjek berita.
Bagi Andina, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Surya Paloh merupakan bentuk kemauan politik (political will) untuk menyatukan visi besar di tengah tantangan geopolitik dunia.
“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak sinergi dan kedewasaan politik. Sinergi dua tokoh ini merupakan ikhtiar memperkuat stabilitas pemerintahan serta persatuan nasional,” tambahnya.
NasDem Tetap Mandiri dan Berkarakter
Andina menilai arah gerak Partai NasDem selama ini sudah sejalan dengan semangat pemerintahan. Ia menegaskan dukungan kepada pemerintah tidak melulu harus diukur dari kehadiran kader dalam kabinet.
Dukungan nyata juga tercermin dari peran aktif konstruktif para kader NasDem di parlemen demi kepentingan rakyat banyak.
“NasDem tidak sedang hilang, melainkan sedang menunjukkan kedewasaan politiknya,” ujar Andina.
Ia menutup pernyataan dengan menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar arena transaksi lima tahunan, namun soal moralitas dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Semangat kebersamaan dengan pemerintah harus publik maknai sebagai upaya menjaga stabilitas pembangunan tanpa menghapus jati diri partai.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

