Sore Hari Diserbu Warga, Ada Apa di Taman Balarea Purwakarta?

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Memasuki pekan awal Ramadan, kawasan Taman Balarea yang berada di Jalan KK Singawinata, Kabupaten Purwakarta, menjelma menjadi pusat aktivitas warga menjelang waktu berbuka puasa. Setiap sore, taman kota tersebut dipadati masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga keluarga yang datang untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama.
Sejak sekitar pukul 16.30 WIB, arus pengunjung terlihat terus berdatangan. Mereka memanfaatkan area terbuka taman untuk duduk santai, berbincang, hingga sekadar menikmati suasana senja sambil menanti azan magrib. Di sisi lain, deretan lapak kuliner tersusun rapi menawarkan aneka hidangan berbuka, dari takjil manis, minuman segar, hingga menu makanan berat.
Dita (22), salah seorang pengunjung, mengaku hampir setiap sore menyempatkan diri datang bersama teman-temannya. Menurutnya, suasana taman yang santai dan pilihan kuliner yang beragam menjadi daya tarik utama.
“Tempatnya nyaman buat nongkrong sambil nunggu magrib. Makanannya juga banyak variasinya, jadi bisa sekalian buka bareng tanpa harus pindah-pindah tempat,” ujarnya, Senin (2/3).
Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir Taman Balarea semakin populer sebagai titik kumpul anak muda selama Ramadan karena lokasinya strategis dan suasananya tetap kondusif meski ramai.
Hal serupa diungkapkan Rudi (35), warga Purwakarta yang datang bersama istri dan dua anaknya. Ia memilih lokasi tersebut karena dinilai ramah keluarga dan memiliki ruang terbuka yang cukup luas untuk anak-anak bermain.
“Anak-anak bisa main dulu sebelum buka, jadi nggak bosan. Kami juga bisa santai sambil gelar makanan buat berbuka,” katanya.
Menurut Rudi, keberadaan berbagai pilihan menu di satu area memudahkan keluarganya menentukan hidangan berbuka tanpa harus berkeliling ke tempat lain.
Tingginya jumlah pengunjung turut berdampak positif bagi para pelaku usaha kecil. Reza (24), pedagang rahang tuna yang baru memulai usahanya pada hari ketiga Ramadan, mengaku langsung merasakan lonjakan pembeli.
“Alhamdulillah, baru beberapa hari jualan sudah ramai. Bahkan sering habis sebelum magrib,” ungkapnya.
Dalam sehari, Reza mengaku mampu menjual hingga 60 kilogram rahang tuna. Ia pun terpaksa menambah pasokan agar dapat memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat.
Ia berharap antusiasme masyarakat tetap terjaga hingga akhir Ramadan, sehingga momentum ini dapat menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi pedagang kecil yang menggantungkan rezeki dari keramaian taman tersebut. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

