Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kenapa Malah Mahasiswa Mandiri Tanpa LPDP yang Peduli dengan Negerinya?

adaeawqqqq
Mahasiswa Ph.D Asia e University Malaysia, Victor Ekliopas Dominggus Palapessy, Haryanto,  Agung Putra Mulyana, Flora Grace Putrianti.

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta — Polemik nasionalisme diaspora Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningsih, menuai kontroversi akibat pernyataannya di media sosial. Dalam unggahannya, ia menyebut, “cukup aku saja jadi WNI, anak-anakku jangan,” merespons status anaknya yang kini menjadi warga negara Inggris.

LPDP sendiri merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pembiayaan pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. Harapannya, para penerima beasiswa dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Namun di tengah polemik tersebut, muncul fenomena lain yang menarik perhatian. Sejumlah mahasiswa Ph.D asal Indonesia yang menempuh studi secara mandiri di Asia e University, Malaysia, justru tengah mempersiapkan riset kolaboratif lintas disiplin untuk mendukung pembangunan di Indonesia.

Mahasiswa tersebut berasal dari program Doctor of Philosophy in Social and Behavioral Science, Doctor of Philosophy in Business Administration, serta Doctor of Philosophy in Information and Communication Technology. Mereka mengaku menempuh pendidikan tanpa dukungan pembiayaan negara, tetapi tetap berorientasi pada kontribusi bagi tanah air.

Salah satu mahasiswa Ph.D, Agung Putra Mulyana, mengatakan bahwa komitmen terhadap Indonesia tidak selalu bergantung pada sumber pendanaan pendidikan.

“Kami belajar dengan biaya mandiri, tetapi orientasi riset tetap untuk Indonesia. Fokus kami pada isu transformasi digital dan ekonomi agar hasilnya bisa memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik: apakah nasionalisme cukup diukur dari status kewarganegaraan, atau justru dari kontribusi nyata yang diberikan?

Di tengah meningkatnya mobilitas diaspora, kontribusi melalui riset, inovasi, dan transfer pengetahuan dinilai menjadi indikator penting komitmen terhadap negara. Baik penerima beasiswa negara maupun mahasiswa mandiri, keduanya memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pembangunan nasional.

Polemik ini pun menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal gelar dan mobilitas global, tetapi juga tentang keberpihakan ilmu terhadap kemajuan negeri.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store