Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu Terima Kunjungan Pengusaha Jepang

Kunjungan pengusaha asal Jepang Yoshida Takuji di SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu..

Jurnalis:

  • Kuatkan Kerjasama untuk Serap Lulusan

Kabar Baru, Indramayu – SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu menerima kunjungan pengusaha asal Jepang, Yoshida Takuji, Selasa (21/11/2023). Kunjungan tersebut untuk memperkuat kerjasama kedua belah pihak dalam rangka menyerap lulusan untuk bekerja di negeri matahari terbit.

Kepala SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu, Masrurih mengatakan jika pihaknya telah menantikan momen pertemuan tersebut. Ia ingin agar kerjasama yang telah terjalin terus diperkuat sebagai media link and match antara dunia pendidikan dan industri.

“Kami menyiapkan para lulusan terbaik dengan kompetensi sesuai bidang masing-masing, dan selanjutnya mereka siap untuk bekerja dengan bekal kompetensi tersebut,” ujar Masrurih.

Siswa SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu menunjukkan olahan makanan dan minuman ala hotel saat kunjungan pengusaha asal Jepang Yoshida Takuji.

Dalam kesempatan tersebut hadir pendiri sekaligus pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hamaren, Usman Naito, Kepala Sekolah Hamaren Education Center Subang, M Abas Ridwan, Alvin Mario dan Rahid Pambengkas.

Baca Juga  Sebanyak 674 Mahasiswa Ikuti Program Kampus Mengajar di Lampung

Masrurih mengatakan, siswa SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu selain dibekali dengan skil hospitaliti atau perhotelan termasuk keterampilan tata boga, juga memiliki kemampuan bahasa asing salah satunya bahasa jepang. Para siswa juga menjalani magang atau praktek di hotel ternama di Cirebon. Sehingga mereka siap untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

“Bahkan siswa selama ini sebelum lulus sudah mengikuti tes sehingga begitu lulus langsung bekerja. ,” ujar Masrurih.

Lebih lanjut, kata Masrurih, begitu pun para siswa jurusan kelautan, saat ini beberapa siswanya menjalani praktek sebagai anak buah kapal dan mengarungi samudera selama beberapa bulan. Para siswa tersebut sebelumnya telah mengikuti berbagai pelatihan terutama mengenai keselamatan di atas kapal.

Baca Juga  Kementerian PPPA Kebingungan Tangani Perundungan Anak di BINUS School
Kunjungan pengusaha asal Jepang Yoshida Takuji SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu.

“Tahun ini sudah angkatan kedua dan siswa sudah 10 bulan di samudera, Insya Allah 4 bulan lagi mereka pulang,” ujar Masrurih.

Dalam kunjungan tersebut, Yoshida dan rombongan melihat langsung aktifitas siswa di dalam ruang kelas bahasa jepang dan berbincang menggunakan bahasa jepang. Para siswa terlihat antusias dan sangat menguasai bahasa asing tersebut.

Pelatihan bahasa jepang tersebut merupakan kerjasama antara SMK NU Kalautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu dan LPK Hamaren Subang.

“Saya sangat berkesan karena SMK NU Kelautan dan Pariwisa Kaplongan ini sangat besar dan lingkungannya juga bersih dan siswanya juga semangat sekali,” ujar Yoshida.

Baca Juga  Setop Bullying, Pengamat Dorong Bentuk Satgas Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Kunjungan pengusaha asal Jepang Yoshida Takuji SMK NU Kelautan dan Pariwisata Kaplongan Indramayu.

Rombongan selanjutnya melihat langsung aktifitas Hotel Maritim, fasilitas hotel yang dimiliki SMK NU Kelautan dan Pariwisa Kaplongan Indramayu. Di sini siswa menunjukkan skil hospitaliti hingga table manner. Mereka juga menunjukkan olahan makanan dan minuman yang dibuat oleh para siswa tata boga.

Fasilitas hotel Maritim sendiri sangat memadai sebagaiman hotel pada umumnya. Bahkan meski hotel tersebut merupakan laboratorium bagi siswa namun telah disewakan untuk umum khususnya para tamu yayasan.

Yang tak kalah menarik, di ruang praktek tata boga tersedia fasilitas dapur dengan set layaknya program Master Chef Indonesia. Dipandu chef profesional para siswa menunjukkan skil memasak dengan kualitas rasa yang tinggi.

“Saya senang sekali, siswanya bisa bahasa jepang, mereka juga punya kemampuan dan disiplin itu yang paling penting. Tinggal bagaimana mereka nanti kalau di Jepang bisa menyesuaikan dengan makanan cari yang halal, dan sekali lagi budaya disiplin,” ujar Yoshida. (*)

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store