Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

BPBD Purwakarta Matangkan Kesiapan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Screenshot_2026-11-02-17-29-05-38_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
Hadapi musim hujan, Kalak BPBD Purwakarta Heryadi Erlan memberikan arahan kepada personel dalam perkuat kesiapsiagaan lintas sektor.

Jurnalis:

Kabar Baru, PURWAKARTA – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kapasitas personel, relawan, serta koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana di Wilayah Kabupaten Purwakarta yang berlangsung di Kampung Parang Gombong, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Senin (2/11/2026).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan gladi kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh unsur penanggulangan bencana memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, memasuki musim penghujan, sejumlah ancaman bencana perlu diantisipasi secara serius, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap keselamatan masyarakat.

“Gladi kesiapsiagaan ini bertujuan mempersiapkan seluruh personel dan unsur pentahelix, sekaligus memastikan kesiapan peralatan serta sarana dan prasarana dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan bencana, khususnya bencana hidrometeorologi pada musim penghujan,” ujar Heryadi. Selasa (3/11/2026)

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan personel dan kelengkapan peralatan. Namun, kemampuan setiap unsur dalam memahami tugas dan tanggung jawab, membangun koordinasi, serta melakukan tindakan awal ketika terjadi keadaan darurat juga menjadi faktor penting.

Karena itu, keterlibatan berbagai elemen melalui pendekatan pentahelix dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Purwakarta.

Kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, media, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu membangun pola penanganan bencana yang terpadu, sehingga setiap potensi keadaan darurat dapat direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Heryadi menegaskan, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Dengan persiapan dan koordinasi yang baik, seluruh unsur diharapkan mampu menjalankan perannya masing-masing sehingga upaya penanganan maupun penyelamatan masyarakat dapat dilakukan secara optimal.

Selain memperkuat kesiapan lintas sektor, BPBD Purwakarta juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi tanda awal terjadinya bencana. Apabila menemukan kondisi yang membahayakan, warga diharapkan segera melaporkannya kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat ditindaklanjuti.

Melalui kegiatan gladi kesiapsiagaan ini, BPBD Kabupaten Purwakarta berharap kapasitas dan sinergi seluruh unsur penanggulangan bencana semakin kuat. Dengan demikian, berbagai potensi ancaman bencana dapat diantisipasi lebih dini guna meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan masyarakat. (*)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store