Kapolri Diminta Segera Tangkap Aseng Kayu, Diduga Jadi Pengendali Bandar Judi Online di Sumut

Jurnalis: Imam Buchori
Kabar Baru, Medan – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Forum Mahasiswa Santri (AFMS) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara.
Dalam orasinya, massa secara lantang mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut untuk kompak bersinergi menyapu bersih dugaan praktik perjudian yang menyeret nama ‘Aseng’.
Massa menilai, praktik perjudian yang diduga dikelola oleh figur bernama Aseng di kawasan Brahrang, Kecamatan Binjai Barat, sudah sangat meresahkan.
Aksi yang berlangsung di depan gerbang Mapolda Sumut ini pun diwarnai pembentangan spanduk raksasa dan poster yang menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Koordinator Aksi AFMS, Sadar Putra menegaskan bahwa institusi Polri dari tingkat pusat hingga daerah harus menunjukkan taringnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Kapolri dan Kapolda Sumut sangat krusial agar tidak ada kekuatan apa pun yang bisa melindungi bisnis haram tersebut.
Desak Kapolri Turun Tangan
Meski perwakilan massa sempat masuk untuk berdialog dengan pihak Polda Sumut, pertemuan tersebut justru memicu kekecewaan.
AFMS menganggap kepolisian daerah belum memberikan langkah konkret dan hanya melontarkan janji manis untuk meneruskan aspirasi ke pimpinan.
“Kami datang membawa keresahan masyarakat. Namun, jawaban yang kami terima hanya sebatas akan disampaikan kepada pimpinan. Jawaban normatif seperti itu sudah terlalu sering kami dengar. Kami butuh tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar retorika,” ujar Sadar Putra dengan nada kecewa kepada awak media.
Melihat respons yang dinilai lambat tersebut, AFMS langsung meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera turun tangan membentuk tim khusus dari Mabes Polri.
Langkah ini dinilai penting untuk mengaudit dan mengambil alih penyelidikan jika aparat di daerah terkesan ragu menyeret aktor utama di balik bilik judi tersebut.
Ancam Demo Besar-besaran
AFMS menuntut pihak kepolisian bertindak profesional, transparan, dan berani membongkar gurita bisnis judi ini dari hulu hingga hilir.
Mereka juga meminta perkembangan penanganan perkara ini dibuka secara berkala kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas penegakan hukum.
Sadar menegaskan bahwa unjuk rasa di Mapolda Sumut ini merupakan genderang perang pertama dari mahasiswa santri.
Pihaknya berjanji tidak akan berhenti mengawal isu ini sampai lapak judi di Brahrang benar-benar rata dengan tanah.
“Kami pastikan ini bukan aksi terakhir. Jika Kapolri dan Kapolda Sumut tidak segera kompak menyikat dugaan judi Aseng ini, kami siap kembali turun ke jalan dengan melipatgandakan jumlah massa dari berbagai elemen masyarakat,” pungkas Sadar sebelum memimpin pembubaran massa dengan tertib.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
