Inovasi Microgreen Smart Farm Sironjang Jadi Solusi Panen Sayur Sehat Hanya 7-14 Hari

Jurnalis: Zahra Karimah
Kabar Baru, Sironjang, Semarang 11 Juli 2026 — Keterbatasan lahan dan lamanya waktu panen kerap menjadi kendala bagi masyarakat perkotaan maupun semi-perkotaan yang ingin memenuhi kebutuhan sayuran segar secara mandiri.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II IDBU-38 Sironjang Universitas Diponegoro 2026 menghadirkan program kerja monodisiplin bertajuk “Microgreen, Panen 7-14 Hari: Smart Farm Sironjang” sebagai solusi budi daya sayuran cepat panen yang praktis, hemat lahan, dan bernilai gizi tinggi.
Program ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 11 Juli 2026, bertempat di Dusun Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, dengan sasaran ibu-ibu RT 01.
Kegiatan ini digagas oleh Dea Pripaula Naibaho, mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, sebagai upaya memperkenalkan konsep smart farming skala rumah tangga kepada ibu-ibu RT 01 setempat.
Melalui budi daya microgreen, para ibu diajak memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan sayuran yang dapat dipanen jauh lebih cepat dibandingkan sayuran konvensional, yakni hanya dalam rentang waktu 7 hingga 14 hari sejak masa tanam.
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan program diawali dengan observasi dan pendataan terhadap kondisi lahan serta kebiasaan bercocok tanam ibu-ibu RT 01 di Dusun Sironjang.
Tahap ini bertujuan untuk memetakan potensi maupun kendala yang dihadapi para ibu dalam menyediakan sayuran segar secara mandiri, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun materi maupun metode penyampaian yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Setelah tahap observasi, mahasiswa menyusun materi edukasi yang dikemas secara sederhana dan mudah dipahami, mencakup pengenalan konsep microgreen, perbedaannya dengan sayuran biasa, serta prinsip dasar smart farm yang dapat diterapkan menggunakan peralatan sederhana di rumah.
Materi juga dilengkapi dengan panduan praktis mengenai media tanam, jenis benih yang cocok, serta perawatan harian yang diperlukan.
Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan sosialisasi sekaligus demonstrasi langsung penanaman microgreen kepada ibu-ibu RT 01.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung proses penyemaian benih hingga penataan media tanam, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di rumah masing-masing.
Mengenal Microgreen dan Konsep Smart Farm
Dalam kegiatan sosialisasi dijelaskan bahwa microgreen merupakan sayuran yang dipanen pada fase pertumbuhan awal, yakni saat tanaman baru memiliki batang kecil dan sepasang daun pertama.
Meski berukuran mungil, microgreen dikenal memiliki kandungan nutrisi yang padat dan cita rasa yang khas, sehingga banyak digemari sebagai pelengkap hidangan sehat maupun bahan pangan bernilai jual tinggi.
Konsep smart farm yang diperkenalkan dalam program ini menekankan pada efisiensi penggunaan lahan dan waktu. Dengan memanfaatkan rak bertingkat, media tanam sederhana, serta pengaturan cahaya dan penyiraman yang tepat, ibu-ibu RT 01 dapat membudidayakan microgreen di lahan sempit sekalipun, seperti teras rumah atau ruangan dalam rumah, tanpa memerlukan lahan pertanian yang luas.
Mahasiswa juga menyampaikan bahwa waktu panen microgreen yang singkat, yaitu sekitar 7 hingga 14 hari, menjadikannya pilihan budi daya yang menarik bagi ibu-ibu RT 01 yang ingin memperoleh hasil panen secara cepat dan berkelanjutan.
Selain untuk konsumsi pribadi, hasil panen microgreen juga berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan.
Antusiasme Warga dalam Mengikuti Kegiatan
Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu RT 01 menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari aktifnya peserta bertanya seputar jenis benih yang mudah didapat, cara mengatasi jamur pada media tanam, hingga potensi microgreen sebagai sumber penghasilan tambahan. Beberapa peserta turut mencoba langsung proses penanaman didampingi oleh mahasiswa KKN.
Diskusi yang terjalin secara terbuka membuat materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan keinginan ibu-ibu RT 01 untuk memiliki sumber pangan sehat yang dapat dikelola secara mandiri di rumah.
Harapan bagi Pengembangan Smart Farm di Sironjang
Melalui program “Microgreen, Panen 7-14 Hari: Smart Farm Sironjang”, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan minat ibu-ibu RT 01 terhadap praktik pertanian modern yang efisien, sehat, dan ramah lahan sempit.
Dengan semakin banyak ibu-ibu RT 01 yang memahami dan menerapkan konsep smart farm, diharapkan kebutuhan sayuran segar keluarga dapat terpenuhi secara mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kampung Sironjang.
Ke depan, budi daya microgreen diharapkan dapat terus dikembangkan dan diadopsi secara berkelanjutan oleh ibu-ibu RT 01, sehingga Kampung Sironjang tidak hanya dikenal sebagai kampung yang produktif, tetapi juga sebagai contoh penerapan pertanian cerdas berskala rumah tangga yang mendukung ketahanan pangan keluarga.
Penulis: Dea Pripaula Naibaho — Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Dusun Sironjang Universitas Diponegoro 2026
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
