Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Waduk Jatiluhur Aman, PJT II Pastikan Air Irigasi Tetap Mengalir untuk Petani

IMG_20260519_151530
PJT II: Stok air aman hingga Akhir 2026, petani tak perlu cemas.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Menjelang musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026, Perum Jasa Tirta II (PJT II) memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan distribusi air irigasi bagi para petani di wilayah layanan Daerah Irigasi Jatiluhur.

Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan sejak dini melalui inventarisasi tantangan di sejumlah unit wilayah kerja, mulai dari sedimentasi saluran, gangguan sistem suplesi, hingga potensi kerusakan bendung. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan distribusi air tetap berjalan optimal selama musim kemarau.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah.

Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan air bagi Daerah Irigasi Jatiluhur yang memiliki cakupan layanan seluas ±503.713,80 hektare. Ia memastikan ketersediaan air di Waduk Ir. H. Djuanda masih dalam kondisi aman hingga akhir 2026.

“Kami terus melakukan pemantauan hidrologi secara intensif, pengelolaan distribusi air secara terukur, serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kekeringan di sejumlah wilayah layanan. Sebagai perusahaan pengelola sumber daya air, penanganan kekeringan menjadi salah satu prioritas operasional yang kami lakukan melalui langkah-langkah preventif sejak dini,” ujar Imam Santoso.

Di lapangan, PJT II telah menjalankan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya pengaturan operasional pintu air pada saluran sekunder terdampak serta penerapan pola distribusi air secara gilir-giring untuk menjaga pemerataan layanan bagi para petani.

Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan sarana dan prasarana sumber daya air melalui peningkatan kesiapsiagaan pompa, pembersihan gulma, serta pengangkatan sampah di saluran irigasi agar aliran air tetap lancar dan efisien.

“Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kelancaran layanan irigasi sekaligus meminimalkan potensi konflik pemanfaatan air selama musim kemarau melalui pengelolaan air yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kondisi lapangan,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada aspek operasional, PJT II juga memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan petani melalui sinergi bersama pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, TNI, Satpol PP, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui koordinasi rutin di tingkat lapangan, informasi mengenai jadwal distribusi air, pola gilir-giring, hingga kondisi debit air dapat tersampaikan dengan baik kepada para petani sehingga pengelolaan kebutuhan air pertanian dapat dilakukan secara lebih terencana dan efektif.

Keberlanjutan pasokan air bagi sektor pertanian, lanjut Imam, menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, PJT II terus memastikan distribusi air berlangsung optimal, terukur, dan merata agar kebutuhan petani tetap terpenuhi di tengah tantangan musim kemarau 2026.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store