Diduga 5,7 Juta Data Nasabah Bank Jatim Bocor Diperjual Belikan di Dark Web

Jurnalis: Imam Buchori
Kabar Baru, Surabaya – Akun pemantau aktivitas siber di dark web melaporkan adanya pihak yang mengklaim memiliki database berisi sekitar 5,7 juta data nasabah Bank Jatim.
Data yang disebut-sebut dimiliki tersebut diklaim mencakup informasi pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, hingga data pekerjaan nasabah.
Hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya. Pihak Bank Jatim juga belum menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data tersebut maupun validitas informasi yang beredar di ruang siber.
Meski demikian, isu ini memunculkan kekhawatiran publik mengingat NIK merupakan identitas yang terhubung dengan berbagai layanan penting, mulai dari perbankan, BPJS, administrasi kependudukan, hingga kepemilikan SIM.
Apabila data tersebut benar-benar bocor dan jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, potensi penyalahgunaan identitas menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.
Pengamat hukum suliaman menilai bahwa dampak terbesar dari kebocoran data pribadi bukan hanya pada sistem lembaga yang diretas, melainkan pada masyarakat yang datanya terekspos.
Karena itu, diperlukan langkah cepat untuk memastikan validitas informasi yang beredar sekaligus memberikan perlindungan kepada nasabah jika dugaan kebocoran tersebut terbukti benar.
“Jika ini benar, Harus segara diatasi oleh Bank jatim jangan sampai data nasabah dijual di sistem dark web” ucapnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
