Riset Produk Morimilk UNG Dorong Perbaikan Status Gizi Balita Stunting
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo– Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan uji klinik fase 3 suplemen makanan Morimilk sebagai bagian dari upaya pengembangan inovasi untuk mendukung perbaikan status gizi balita stunting di Provinsi Gorontalo.
Penelitian yang mengangkat judul “Uji Klinik Fase 3 Suplemen Makanan Produk Morimilk untuk Perbaikan Status Biokimia Balita Stunting di Provinsi Gorontalo” tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Senin, 8 Juni 2026, dan Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Senin, 6 Juli 2026.
Ketua tim peneliti, Robert Tungadi, S.Si., M.Si., Apt., PhD, mengatakan pelaksanaan uji klinik tahun 2026 merupakan tahun terakhir dari rangkaian penelitian Morimilk yang telah mendapatkan dukungan pendanaan selama dua tahun, yakni 2025 dan 2026.
Robert menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memberikan pendanaan melalui jalur seleksi nasional yang kompetitif.
“Pertama-tama saya selaku ketua peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memberikan pendanaan selama dua tahun, yaitu 2025 dan 2026, melalui jalur seleksi nasional yang sangat kompetitif,” ujar Robert.
Libatkan 100 Balita Stunting
Dalam pelaksanaan uji klinik fase 3 tahun 2026, sebanyak 100 balita stunting dilibatkan dalam penelitian. Para peserta diberikan produk Morimilk selama dua bulan dengan pemantauan terhadap perkembangan kondisi dan status gizi mereka.
Morimilk merupakan suplemen makanan yang dikembangkan dari kombinasi serbuk liposom daun kelor dan serbuk susu jagung.
Salah satu fokus utama penelitian adalah melihat perubahan status biokimia balita setelah mengonsumsi produk tersebut.
Untuk mendapatkan data tersebut, pengambilan sampel darah dilakukan oleh tim laboratorium Prodia sebelum dan sesudah konsumsi Morimilk. Pemeriksaan tersebut antara lain melihat parameter zat besi dan seng.
Robert menjelaskan, berdasarkan hasil yang diperoleh tim peneliti, balita yang mengikuti penelitian menunjukkan perkembangan positif.
“Rata-rata balita stunting yang mengonsumsi produk Morimilk menunjukkan peningkatan status gizi yang ditandai dengan meningkatnya nafsu makan, kenaikan berat badan dan tinggi badan. Kadar zat besi dan seng juga meningkat,” jelasnya.
Menurut Robert, hasil tersebut menjadi capaian yang menggembirakan bagi tim peneliti karena penelitian telah memasuki tahap akhir pengujian klinik.
Kolaborasi Banyak Pihak
Pelaksanaan penelitian melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim peneliti, mitra UMKM, mahasiswa, aparat desa, masyarakat, balita stunting, puskesmas setempat hingga tim laboratorium Prodia.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penelitian di tingkat masyarakat. Pemerintah desa dan masyarakat turut mendukung pelaksanaan kegiatan, sementara tenaga kesehatan dan tim laboratorium berperan dalam proses pemantauan serta pemeriksaan peserta.
Adapun tim peneliti terdiri atas Robert Tungadi, S.Si., M.Si., Apt., PhD sebagai ketua, dengan anggota Prof. Dr. Margaretha Solang, M.Si., Dr. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si., Apt., dan dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., PhD.
Robert menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan penelitian, khususnya masyarakat di Desa Leboto dan Desa Ulanta.
Morimilk Disiapkan Menuju Hilirisasi
Selain menyelesaikan rangkaian penelitian, tim peneliti juga mulai mendorong pengembangan Morimilk menuju tahap hilirisasi.
Untuk mendukung proses tersebut, telah dilakukan perjanjian kerja sama antara LPPM Universitas Negeri Gorontalo dan UMKM Al-Mustanir.
Kerja sama tersebut nantinya diarahkan pada proses produksi dan pemasaran produk Morimilk sehingga hasil riset yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi dapat memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara lebih luas.
“Ini merupakan hasil yang sangat memuaskan bagi tim peneliti dan mitra UMKM Al-Mustanir yang sudah melakukan perjanjian kerja sama antara pihak LPPM UNG dan mitra UMKM. Nantinya akan dilakukan produksi dan pemasaran bersama,” ungkap Robert.
Menurutnya, hilirisasi menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah penelitian. Hasil riset diharapkan tidak hanya berhenti pada laporan akademik, tetapi dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra yang memiliki kapasitas dalam produksi dan pemasaran.
Robert berharap hasil penelitian Morimilk dapat memberikan kontribusi dalam mendukung upaya perbaikan status gizi balita serta menjadi bagian dari inovasi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan stunting di Provinsi Gorontalo.
“Harapan kami, hasil penelitian ini tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
