Menakar Masa Depan Pramuka Santri: Peta Jalan dan Dilema Kelembagaan Saka Amal Bhakti
Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar Baru, Malang — Semarak Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI yang mengumpulkan lebih dari empat ribu santri di Malang tidak sekadar menjadi ajang selebrasi. Kementerian Agama (Kemenag) kini bersiap mengubah gegap gempita perkemahan menjadi sebuah sistem pembinaan terstruktur dan berkelanjutan melalui wadah baru, yakni Saka Amal Bhakti.
Upaya tersebut menjadi diskursus utama dalam “Rembuk Nasional Prospek dan Proyeksi Pramuka Santri dalam Pengembangan Saka Amal Bhakti” yang digelar di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Forum strategis ini mempertemukan unsur Ditjen Pesantren Kemenag dan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka guna mematangkan arah kelembagaan, empat hari pascapeluncuran awal wadah tersebut.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa usia dua dekade penyelenggaraan PPSN harus diiringi dengan transformasi pembinaan di tingkat akar rumput.
“Tantangan kita ke depan adalah bagaimana mengubah momentum peluncuran dan semangat perkemahan ini menjadi sistem pembinaan yang hidup dan mengakar, baik di satuan pendidikan maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Untuk mewujudkannya, Kemenag telah menyiapkan draf peta jalan lima tahunan yang membentang dari tahap konsolidasi regulasi pada 2026 hingga pemantapan ekosistem pada 2030. Sebagai simulasi target yang masih akan divalidasi dengan kapasitas anggaran daerah, Kemenag memproyeksikan hadirnya 300 pangkalan aktif dan 1.000 pembina terlatih yang kelak akan menuntaskan ratusan proyek pengabdian masyarakat.
Lebih dari Sekadar Tali Temali
Orientasi pembinaan ini turut dikuatkan oleh Direktur Bina PMPDF Ditjen Pesantren, Mastuki. Ia menempatkan Saka Amal Bhakti sebagai titik temu antara kecakapan kepanduan, nilai luhur keagamaan, dan kerja riil pengabdian.
“Pramuka Santri yang kita harapkan bukan hanya piawai berkemah dan berbaris. Ia harus mampu membaca masalah sosial, menggerakkan kawan, merawat harmoni, lalu menghadirkan manfaat dengan akhlak yang baik,” kata Mastuki.
Guna mencetak profil tersebut, Kemenag mewacanakan lima rumpun krida awal yaitu harmoni kerukunan, ekoteologi (cinta alam), kepedulian, literasi, dan kemandirian. Setiap rumpun dirancang tidak sebatas teori, melainkan mewajibkan santri menghasilkan portofolio karya atau proyek layanan masyarakat. Nantinya, pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi keagamaan akan diposisikan sebagai tiga simpul utama penggerak.
Saka atau Sako: Menimbang Wadah Ideal
Di balik gagasan besar Kemenag, rembuk nasional ini juga menyoroti realitas regulasi kelembagaan di tubuh Gerakan Pramuka. Sekretaris Binamuda Kwarnas, Rio Ashadi, memberikan catatan krusial terkait payung hukum berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Rio menguraikan adanya perbedaan mandat antara Satuan Karya (Saka) dan Satuan Komunitas (Sako). Jika Kemenag ingin mewadahi seluruh jenjang pendidikan peserta didik mulai dari usia Siaga hingga Pandega di lingkungan madrasah dan pesantren, maka bentuk Sako dinilai lebih selaras dengan regulasi kepramukaan.
Namun, jika jalur Saka yang disepakati, maka wadah ini secara regulasi hanya diperuntukkan bagi Pramuka Penegak dan Pandega usia 16 sampai 25 tahun guna mengasah keahlian spesifik di bidang keagamaan dan pengabdian sosial.
“Kwartir cabang akan menjadi basis riil keanggotaan. Kantor Kemenag, KUA, dan madrasah dapat difungsikan sebagai sanggar, sementara para penyuluh agama bisa diberdayakan sebagai instruktur,” jelas Rio terkait skenario jika bentuk Saka dipilih.
Sebagai langkah konkret dari berbagai dinamika gagasan tersebut, forum merumuskan agenda kerja 100 hari pertama. Dalam satu bulan ke depan, Kemenag dan Kwarnas akan fokus menggodok konsolidasi tim lintas unsur untuk memfinalisasi identitas, nomenklatur, dan nota kesepahaman. Tahap ini akan dilanjutkan dengan pemetaan calon pangkalan percontohan dan penyusunan modul prioritas, sebelum ditutup dengan uji coba lapangan di lokasi percontohan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
