Peneliti STIE YPUP Ungkap Akar Kegagalan Startup Lewat Hibah BIMA 2026

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Makassar, 13/5/2026 – Tim peneliti dari STIE YPUP Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) persiapan awal penelitian di Makassar, Selasa (13/5/2026). FGD ini menjadi langkah perdana penelitian fundamental yang didanai hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui BIMA 2026, mengusung tema pengembangan kerangka navigasi strategis berbasis Dynamic Real Options untuk startup di koridor Mamminasata.
Ketua tim peneliti, Harry Yulianto, mengungkapkan bahwa data menunjukkan sekitar 60 persen startup di koridor Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata) gagal mempertahankan usaha setelah tiga tahun beroperasi. “Akarnya bukan semata-mata modal atau pasar, melainkan keputusan pivot (perubahan strategis besar) yang sering diambil secara intuitif dan reaktif, tanpa kerangka analitis yang memadai,” ujar Harry.
FGD difokuskan pada pemetaan tantangan pengambilan keputusan strategis startup di tengah ketidakpastian pasar, serta identifikasi variabel-variabel kunci yang akan diuji dalam riset.
Harry menjelaskan, penelitiannya mengusung pendekatan Real Options Theory (ROT), sebuah perspektif yang memandang investasi strategis sebagai “opsi” yang memberi hak menunda, memperluas, atau mengubah arah ketika ketidakpastian menurun. “Pendekatan ini lebih lincah dibanding analisis biaya-manfaat statis, dan sudah terbukti di negara maju. Namun, aplikasi untuk ekosistem emerging market seperti Mamminasata belum pernah dilakukan,” paparnya.
Salah satu peserta FGD, mengakui bahwa keputusan pivot kerap menjadi momen paling genting. “Jujur, selama ini kami banyak trial and error. Seringkali baru sadar setelah pivot justru makin terpuruk. Adanya kerangka yang lebih terstruktur tentu akan sangat membantu,” katanya.
Selain menggali pengalaman lapangan, FGD ini juga merumuskan butir-butir instrumen survei dan pedoman wawancara yang akan digunakan untuk mengumpulkan data dari 244 startup di koridor Mamminasata. Metode campuran kuantitatif-kualitatif dipilih agar generalisasi statistik tetap diperkaya narasi konteks lokal.
Penelitian yang dijadwalkan berlangsung selama satu tahun ini menargetkan sejumlah luaran, antara lain artikel ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus, policy brief, serta Strategic Navigation Framework yang bisa langsung diadopsi oleh founder startup.
Harry berharap, hasil riset ini tidak hanya memperkaya literatur manajemen strategis, tetapi juga menjadi jembatan antara teori dan praktik. “Kami ingin ada perangkat yang actionable, yang bisa digunakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi digital Mamminasata sebagai hub kawasan timur Indonesia,” pungkasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

