Lepas Tim KKNT Kemanusiaan, UTM Salurkan Bantuan Mesin Penjernih Air dan Sembako ke Aceh

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Bangkalan – Rektor Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Safi’ bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara resmi melepas Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kemanusiaan Aceh di Lantai 1 Gedung Rektorat UTM, Senin (26/01/2026). Tim tersebut akan menjalankan pengabdian kemanusiaan di Desa Paya Rabo, Kabupaten Aceh Utara.
Pelepasan Tim KKNT Kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kepedulian UTM terhadap masyarakat terdampak bencana. Program pengabdian tersebut akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan dengan konsep live in di lokasi terdampak.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa dan dosen pendamping di Aceh Utara diharapkan mampu membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar pasca bencana.
“Salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan air bersih. Air yang tersedia masih keruh dan tidak layak konsumsi. Karena itu, UTM menyalurkan delapan unit mesin penjernih air sesuai dengan kemampuan dan dukungan donasi yang berhasil dihimpun,” jelas Prof. Safi’.
Selain itu, UTM juga membawa program inovasi berbasis teknologi tepat guna (TTG), yakni pemanfaatan lumpur sisa banjir. Melalui pendampingan dosen lapangan, lumpur tersebut diolah dan dikeringkan hingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku batu bata yang memiliki nilai ekonomi.
“Ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi juga upaya memberdayakan masyarakat agar limbah pasca banjir dapat dimanfaatkan secara produktif,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan KKNT Kemanusiaan ini, UTM memberangkatkan delapan mahasiswa dan dua dosen pendamping lapangan. Mereka berkolaborasi dengan sekitar 50 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang turut melaksanakan kegiatan kemanusiaan di Aceh Utara.
Sejalan dengan kegiatan tersebut, UTM melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menghimpun donasi kemanusiaan yang hingga 22 Januari 2026 mencapai Rp101.269.491. Donasi berasal dari berbagai unsur, mulai dari program studi, fakultas, unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, hingga pihak eksternal.
Prof. Dr. Safi’ menegaskan bahwa seluruh donasi dikelola secara transparan dan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Penyaluran per 22 Januari 2026 masih difokuskan pada bantuan non-tunai.
Adapun bantuan non-tunai yang telah dihimpun meliputi delapan unit mesin penjernih air, dua unit mesin pembersih lumpur sebagai inovasi TTG UTM, serta 20 kardus besar berisi pakaian layak pakai, mukena, Al-Qur’an, sajadah, dan perlengkapan ATK.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan solidaritas seluruh civitas akademika serta para donatur. Semoga seluruh bantuan ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” pungkas Prof. Dr. Safi’.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, para mahasiswa akan didampingi oleh Dr. Haryo Triajie, Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Garam LPPM UTM, serta Ansori, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UTM.
Universitas Trunojoyo Madura juga membuka peluang keberangkatan kloter lanjutan serta pengembangan program kemanusiaan berikutnya, termasuk partisipasi dalam program bantuan yang dicanangkan oleh kementerian terkait.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

