Berita Buruk Menjelang Munas HIPMI di Lampung, Pengurus Diduga Saling Melakukan Intimidasi

Jurnalis: Agung Wahyudi
Kabar Baru, Lampung – Suasana internal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kian bergejolak menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) yang akan berlangsung di Lampung.
Kurang lebih sepuluh hari menuju hari-H, aroma persaingan tidak sehat dan berbagai konflik internal organisasi pengusaha muda ini justru semakin terkuak ke publik.
Situasi yang tidak kondusif ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak mengenai netralitas pelaksanaan acara terbesar HIPMI tersebut.
Perebutan kursi nomor satu di organisasi ini kini berada dalam tensi yang sangat tinggi.
Tiga Kandidat Kompak Tolak Lampung Sebagai Tuan Rumah
Salah satu pemicu utama memanasnya situasi adalah penolakan keras terhadap pemilihan Lampung sebagai tuan rumah Munas.
Protes ini datang dari tiga kubu calon ketua umum sekaligus, yaitu kubu nomor urut 1, 3, dan 4. Mereka menilai ada indikasi keberpihakan dari panitia dalam menentukan lokasi acara.
“Kami melihat ada kejanggalan dalam pemilihan lokasi ini. Penunjukan Lampung sebagai tuan rumah Munas sangat sarat kepentingan dan cenderung menguntungkan calon nomor urut 2,” ujar salah satu sumber terpercaya yang mengetahui jalannya rapat internal organisasi.
Menurut sumber tersebut, penolakan dari mayoritas kandidat ini seharusnya menjadi bahan evaluasi total bagi panitia pengarah agar tidak menciptakan iklim kompetisi yang cacat sejak awal.
Muncul Dugaan Intimidasi dan Pengancaman via WhatsApp
Minyak yang menyiram api konflik ini tidak hanya berhenti pada penolakan fasilitas penunjukan lokasi.
Pertarungan politik tingkat tinggi ini terindikasi tercoreng oleh tindakan intimidasi yang tidak profesional antar-sesama pengurus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang pengurus pusat berinisial AA diduga kuat melakukan aksi pengancaman.
AA, yang disebut-sebut merupakan pendukung militan dari kandidat nomor urut 2, mengirimkan pesan bernada intimidasi kepada pengurus lain berinisial MB yang diketahui berada di kubu nomor urut 4.
“Tindakan intimidasi itu sangat nyata. AA melontarkan kalimat-kalimat ancaman, baik di dalam grup WhatsApp (WAG) resmi organisasi maupun melalui pesan teks pribadi langsung ke MB,” lanjut sumber yang sama.
Aksi ini langsung menuai kecaman dari tim pemenangan kandidat lain. Mereka menilai cara-cara premanisme seperti ini dapat merusak marwah HIPMI sebagai wadah para pengusaha yang mengedepankan etika dan profesionalisme.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksanaan Munas belum memberikan konfirmasi resmi terkait ketegangan interal yang melibatkan para pengurus dan kandidat tersebut.
Publik kini menunggu langkah tegas dari Dewan Pembina HIPMI untuk meredam konflik sebelum Munas resmi dibuka di Lampung.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

