Dugaan Fee Kopdes Merah Putih Kediri Seret Oknum ASN-TNI, Aktivis Desak APH Usut Tuntas

Jurnalis: Imam Buchori
Kabar Baru, Kediri – Aktivis sekaligus Ketua Amati Jatim, Solehuddin, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan praktik “main fee” dalam proyek pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kediri.
Desakan itu muncul setelah beredarnya video yang diduga memperlihatkan adanya protes terkait pembagian uang dalam proyek tersebut.
Menurut Solehuddin, dugaan penyimpangan tidak boleh dianggap sepele karena program Kopdes Merah Putih merupakan program yang menyangkut kepentingan masyarakat desa dan menggunakan anggaran besar.
Ia menegaskan, jika benar terdapat praktik bagi-bagi komisi atau penyalahgunaan wewenang, maka aparat harus berani membongkar seluruh pihak yang terlibat tanpa tebang pilih.
“Program untuk rakyat jangan sampai dijadikan bancakan oleh oknum tertentu. APH harus turun tangan dan mengusut sampai tuntas agar tidak merusak kepercayaan masyarakat,” tegas Solehuddin.
Ia juga meminta proses penyelidikan dilakukan secara transparan agar publik mengetahui perkembangan penanganan kasus tersebut.
Menurutnya, ketegasan aparat sangat dibutuhkan untuk memastikan program pemberdayaan desa benar-benar berjalan sesuai tujuan, bukan justru menjadi celah praktik korupsi terselubung.
Kini publik menanti langkah aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain dalam proyek Kopdes Merah Putih di Kediri.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

