Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Gaji Kantor Numpang Lewat, Kelas Menengah Sibuk Cari Bisnis Sampingan

Desain tanpa judul - 2026-05-19T001427.699
Ilustrasi sepasang suami istri saat menikmati aktivitas bisnis sampingan (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Pemandangan seorang karyawan yang sibuk membalas email kantor sekaligus memantau pesanan di toko marketplace kini bukan lagi hal asing di kota-kota besar.

Potret nyata ini merekam perjuangan keras keluarga Indonesia dalam menghadapi fenomena penyusutan kelas menengah.

Tekanan ekonomi yang kian menghimpit memaksa masyarakat untuk memutar otak demi menjaga stabilitas finansial rumah tangga mereka.

Data terbaru dari Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan narasi yang cukup muram. Saat ini, sekitar 86 juta jiwa penduduk Indonesia berada di ambang kategori rentan.

Posisi ini sangat berisiko karena satu kali guncangan ekonomi atau kehilangan pekerjaan saja sudah cukup untuk melempar mereka keluar dari zona nyaman.

Gaji dan Lonjakan Harga Pangan

Pemicu utama kerutan di dahi kelas menengah ini adalah ketimpangan antara pendapatan dan pengeluaran. Sektor formal rata-rata hanya memberikan kenaikan gaji tahunan di kisaran 4% hingga 5%.

Sebaliknya, harga bahan pangan pokok justru melesat jauh di atasnya hingga menyentuh angka belasan persen dalam setahun.

Ketimpangan ini menciptakan anomali di mana kenaikan gaji tahunan seolah langsung habis di pasar sebelum sempat masuk ke rekening tabungan.

Kondisi tersebut otomatis memicu perubahan perilaku yang drastis di dalam rumah tangga.

Jika dahulu masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi dengan cara defensif seperti berhemat atau memotong biaya hiburan, kini strategi tersebut tidak lagi mempan.

Ketika pengeluaran sudah berada di titik paling dasar, tidak ada lagi pos anggaran yang bisa dipangkas. Satu-satunya jalan keluar yang realistis adalah menambah pendapatan yang masuk ke kantong.

Sampingan Penyelamat Rumah Tangga

Business Strategic Jakmall.com, Odie Rakaditya, membenarkan adanya pergeseran pola keuangan yang cukup jelas di masyarakat. Ia melihat banyak keluarga yang kini tidak lagi bisa mengandalkan satu sumber pendapatan saja.

Masyarakat mulai mengambil langkah aktif dengan menjadikan bisnis sampingan sebagai bagian integral dari strategi pertahanan finansial rumah tangga, bukan lagi sekadar pekerjaan remeh.

Karakteristik bisnis yang menjadi incaran kelas menengah saat ini kian spesifik, yaitu memiliki risiko terkontrol dan fleksibilitas tinggi.

Mereka menghindari bisnis konvensional yang menuntut sewa ruko mahal, lalu beralih ke model usaha digital. Jenis usaha ini sangat diminati karena karyawan bisa mengelolanya dari ruang tamu setelah jam kantor usai.

Kehadiran platform digital pun akhirnya bertindak sebagai sekoci penyelamat bagi mereka yang ingin memulai usaha tanpa beban operasional yang mencekik.

Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Para pengamat memprediksi fenomena kepemilikan multi-pendapatan ini tidak akan bersifat sementara.

Selama tekanan ekonomi dan inflasi belum mereda, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan akan menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang paling realistis bagi kelas menengah.

Bagi keluarga Indonesia, gaya hidup baru ini bukan cerminan dari keserakahan menumpuk harta, melainkan cara paling jujur untuk bertahan di tengah badai ketidakpastian ekonomi global.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store