Kredit Jumbo Rp1,7 Triliun di Bank BRI Diduga Jadi Bancakan, Pengamat: Ini Bisa Hancurkan Reputasi

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabar Baru, Jakarta – Dua perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Bumi Sawit Sejahtera (PT BSS) dan PT Surya Agro Lestari (PT SAL), terseret dalam pusaran dugaan skandal kredit macet senilai Rp1,7 triliun di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Kedua perusahaan tersebut diduga menjadi penerima utama fasilitas kredit jumbo yang sejak awal disebut bermasalah. Dalam proses pengajuan, dokumen yang digunakan untuk mendukung kelayakan usaha diduga tidak mencerminkan kondisi riil perusahaan. Namun, kredit tetap disetujui dan dicairkan dalam jumlah besar.
Dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan kebun sawit tidak terealisasi sesuai rencana. Proyek yang dijanjikan tidak berjalan, sementara kewajiban pembayaran kredit justru berhenti di tengah jalan. Akibatnya, fasilitas pembiayaan tersebut kini berstatus macet total dan menimbulkan potensi kerugian negara hingga Rp1,7 triliun.
Temuan awal mengindikasikan bahwa profil usaha PT BSS dan PT SAL telah “dipoles” agar terlihat layak mendapatkan pembiayaan. Selain itu, aliran dana yang telah dicairkan juga diduga tidak sepenuhnya digunakan untuk kegiatan produktif sebagaimana tercantum dalam proposal awal.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius karena melibatkan nilai besar serta potensi praktik penyimpangan yang terstruktur. Aparat penegak hukum didorong untuk menelusuri lebih jauh peran kedua perusahaan tersebut, termasuk pihak-pihak yang berada di balik pengelolaannya.
Pengamat perbankan Fawaid menilai skandal ini tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga berisiko merusak reputasi BRI sebagai bank milik negara.
“Kasus kredit macet dalam jumlah besar seperti ini sangat berbahaya bagi reputasi bank. Kepercayaan publik bisa tergerus jika pengawasan internal dinilai lemah dan praktik seperti ini terus berulang,” ujar Fawaid.
Ia menambahkan, penanganan yang transparan dan tegas menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan, khususnya BRI.
Dengan posisi sebagai bank milik negara, kasus ini tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi publik secara luas terhadap kredibilitas lembaga tersebut.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

