Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Di Jepang, Dokter Hewan Indonesia Juara 1 Asia Pasifik Lewat Komik Bertema Reproduksi

IMG-20260425-WA0006

Jurnalis:

Kabar Baru, Tokyo, 2026 — Kiprah membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Universitas Airlangga. Ajang internasional yang digelar oleh World Organisation for Animal Health melalui sesi GEDSI di World Veterinary Association Congress 2026 menjadi saksi lahirnya sebuah karya yang tak sekadar ilmiah, tetapi juga menyentuh sisi paling manusiawi dalam praktik profesi.

drh. Alfathitamara, dokter hewan yang menempuh pendidikan sarjana hingga magister di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, berhasil meraih penghargaan utama dalam ajang internasional yang diselenggarakan oleh World Organisation for Animal Health dalam rangka World Veterinary Association Congress 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui karya komik ilmiah berjudul “Gentle Hands: Gentle Man & Gentle Woman”, yang mengangkat tema Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) di sektor veteriner.

Karya ini menghadirkan pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan ilmu reproduksi dan narasi visual yang humanis.

IMG-20260425-WA0007

Dalam karyanya, drh. Alfathitamara mengangkat kisah seorang dokter hewan perempuan yang menghadapi berbagai keraguan terhadap kapasitasnya, hingga akhirnya menemukan makna profesinya melalui penanganan kasus reproduksi pada seekor orangutan betina. Cerita tersebut tidak semata fiksi, melainkan berangkat dari kasus nyata di bidang reproduksi, sehingga memiliki landasan ilmiah yang kuat.

Nama tokoh “Alma”, yang diambil dari bahasa Latin dengan makna “jiwa”, menjadi simbol kehidupan yang harus dijaga. Melalui cerita ini, pembaca diajak memahami bahwa setiap kelahiran, khususnya pada spesies dengan kondisi rentan, merupakan sebuah perjuangan yang bernilai tinggi.

Selain berbasis kasus medis reproduksi, komik ini turut diperkuat dengan dokumentasi personal berupa foto orangutan yang diambil langsung di Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperlihatkan kepada dunia pentingnya menjaga spesies tersebut sebagai bagian dari kehidupan yang nyata.

Dalam wawancara, ia menyampaikan bahwa karya ini merupakan bentuk penghormatan bagi para dokter hewan dan seluruh tenaga kesehatan. “Ini adalah bentuk terima kasih bagi mereka yang setiap hari merawat, baik dokter hewan ataupun tenaga profesi kesehatan manusia yang menjaga kehidupan, sering kali tanpa terlihat, namun dengan dampak yang sangat besar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prof. Erma Safitri selaku Kepala Program Studi Biologi Reproduksi yang telah membimbing perjalanan akademiknya. Dukungan pengembangan keilmuan reproduksi dan fertilitas juga ia peroleh dari dokter spesialis, dr. Henry, dr. Maya, dan dr. Maitra dari Signum.

Penyerahan penghargaan tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Prof. Lilik Maslachah, serta dosen pembimbing sarjananya, Prof. Dr. Widya Paramita Lokapirnasari. Dukungan juga datang dari lingkungan sejawat, termasuk drh. Supriyadi, drh. Gabriel dan Bapak Aryo.

Alih-alih menonjolkan kemenangan pribadi, kisah ini justru dipersembahkan sebagai terimakasih oleh drh. Alfathitamara untuk tenaga medis, capaian ini bukan hanya tentang sebuah kemenangan, melainkan pengingat akan esensi profesi itu sendiri. Bahwa di balik setiap tindakan medis, ada tangan-tangan lembut yang bekerja dengan penuh ketulusan, menjaga kehidupan, dengan cara yang mungkin tidak selalu terlihat, namun selalu berarti.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store