Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Tanggapi Sikap Gibran di Debat Keempat, TPN Timur Tengah : Adab Di Atas Ilmu

Jurnalis:

Kabar Baru, Tunisia – Nata Sutisna, Ketua Tim Pemenangan Nasional Diaspora Kawasan Timur Tengah dan Afrika untuk Ganjar-Mahfud menanggapi sikap Gibran Rakabuming Raka, Cawapres nomor urut dua yang dianggap tidak sopan dan tidak beradab.

“Kami sebagai anak muda sangat malu melihat sikap Mas Gibran pada Prof. Mahfud yang tidak beradab, arogan, dan tengil. Sangat tidak mencerminkan budaya Indonesia yang sopan dan santun. Yang kami tahu, adab itu di atas ilmu”, kata Nata yang juga Mahasiswa Indonesia di Tunisia.

Baca Juga  Museum NTB Lakukan Diplomasi Kebudayaan Ke Saudi Arabia

Menurut Nata, di debat keempat ini Mahfud MD fokus pada substansi. Selain itu, menurutnya, Mahfud selalu bersikap sopan, baik kepada Muhaimin Iskandar maupun kepada Gibran Rakabuming Raka.

“Selain belajar banyak dari wawasan dan gagasan Prof. Mahfud soal lingkungan, sumber daya alam, energi, masyarakat adat, dan pangan, kami juga belajar dari akhlak Prof. Mahfud yang santun. Padahal, beliau itu sudah paripurna dalam dunia politik Indonesia, yaitu pernah di legislatif, eksekutif, dan yudikatif”, tegas Nata.

Baca Juga  Duta Besar dari Berbagai Negara Ikuti Program Belajar Bahasa Indonesia 

Selain itu, Nata juga menambahkan penjelasan Mahfud sangat konkret dan membumi, sehingga mampu dipahami masyarakat dengan baik. Sementara itu, kata Nata, istilah-istilah asing yang disampaikan Gibran adalah sesuatu yang tidak penting, karena bukan bagian dari tujuan debat.

“Tujuan debat itu adalah untuk memberikan pemahaman kepada rakyat, sebagai wujud tanggung jawab, bukan adu istilah seolah ingin kelihatan pintar. Kami tahu bahwa Mas Gibran ini lahir sebagai cawapres hasil dari pelanggaran etik berat, jadi memang sikapnya yang arogan itu mungkin sudah mendarah daging dalam dirinya”, pungkasnya.

Baca Juga  Menparekraf Sandi Uno Bertemu Warga Asal Banten Saat Kunker ke Australia

Nata mengatakan apa yang disampaikan Mahfud MD adalah sebuah program yang telah dilakukan Ganjar Pranowo selama memimpin Jawa Tengah, contohnya yaitu Badan Usaha Milik Petani (BUMP), sebuah lembaga bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh petani sendiri.

BUMP yang digagas Ganjar bertujuan untuk memberdayakan petani dalam hal produksi, distribusi, dan pemasaran hasil pertanian.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store