Respon Video Viral Jusuf Kalla, Mahasiswa Kristen Jakarta Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi

Jurnalis: Firman Maulana
Kabar Baru, Jakarta – Aliansi Mahasiswa Kristen Jakarta (AMKJ) menyatakan keprihatinan mendalam atas beredarnya video viral melibatkan tokoh bangsa Jusuf Kalla di berbagai platform media sosial.
Menanggapi situasi tersebut, organisasi mahasiswa ini mengeluarkan pernyataan sikap resmi guna mendinginkan suasana dan mencegah potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Koordinator Pusat AMKJ, Jeremi Sianturi, mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sepihak.
Menurutnya, penyebaran konten tanpa verifikasi utuh berisiko memperkeruh keadaan.
“Masyarakat harus memperoleh informasi terverifikasi sebelum menyebarkannya guna menghindari polarisasi,” tegas Jeremi kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Kamis (16/04/2026)
Tolak Narasi Pecah Belah dan Isu SARA
Dalam pernyataan tertulisnya, AMKJ secara tegas menolak segala bentuk narasi bernada memecah belah persatuan bangsa.
Jeremi menekankan bahwa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tidak boleh menjadi alat untuk menciptakan konflik.
Sebagai bagian dari mahasiswa Kristen, mereka berkomitmen menjadi pembawa damai serta menjaga etika berkomunikasi dalam ruang digital.
Jeremi juga mengingatkan masyarakat mengenai rekam jejak Jusuf Kalla sebagai tokoh perdamaian Indonesia.
Peran aktif JK dalam mendamaikan berbagai konflik besar seperti di Poso dan Aceh menjadi bukti nyata dedikasinya terhadap keutuhan NKRI.
AMKJ meyakini mustahil bagi sosok sekaliber beliau memiliki niat untuk memecah belah bangsa sendiri melalui narasi-narasi negatif.
Dorong Dialog Konstruktif di Era Digital
AMKJ mengajak publik untuk lebih dewasa dalam menghadapi dinamika informasi di era digital yang sangat cepat. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan keberagaman Indonesia tetap terjaga di atas landasan nilai kebenaran dan kasih.
Melalui dialog konstruktif, setiap isu nasional diharapkan dapat terselesaikan tanpa harus menimbulkan luka sosial.
Menutup pernyataan tersebut, AMKJ berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menjaga kondusivitas nasional. Mereka percaya masyarakat Indonesia memiliki kematangan berpikir untuk menyaring informasi secara bijaksana.
Pernyataan sikap ini menjadi pengingat penting bagi semua elemen bangsa agar tetap mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok tertentu.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

