Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kapal Perang TNI Tangkap Kapal Pengangkut Nikel Ilegal Milik PT IMIP

Desain tanpa judul - 2025-11-30T002430.836
TNI AL amankan dua kapal pengangkut nikel yang diduga langgar aturan (Foto: Dispenal).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Komitmen TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga keamanan maritim membuahkan hasil.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta-370 berhasil menyergap dua kapal pengangkut nikel yang terindikasi melanggar hukum di Perairan Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Jasa Penerbitan Buku

Penangkapan ini terjadi saat KRI Bung Hatta melaksanakan tugas pengejaran, pencarian, dan penyelidikan (jarkaplid).

Patroli TNI AL ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan aktivitas pelayaran di perairan nasional.

Setelah mendeteksi dua kapal yang mencurigakan, personel KRI Bung Hatta-370 segera memeriksa kapal TB Prima Mulia 06-TK Prima Sejati 308 yang dinakhodai oleh inisial A.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksma Tunggul, membenarkan kapal milik PT Prima Mulia Jaya tersebut mengangkut nikel ore milik PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) dengan tujuan PT IMIP Morowali.

Desain tanpa judul - 2025-11-30T001543.231
Tampilan pekerja di sebuah tambang nikel saat di lapangan (Foto: vukuzenzele)

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan terhadap TB Nusantara 3303-TK Graham 3303 yang dinakhodai inisial RM. Kapal ini juga membawa muatan nikel dari shipper yang sama, PT DMS, menuju PT IMIP Morowali.

Kedua kapal tersebut diawaki total oleh 10 Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI).

Hasil pendalaman awal menunjukkan sejumlah pelanggaran serius. Kedua kapal beraktivitas pengapalan di jetty PT DMS yang ternyata sudah disegel oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akibat penyalahgunaan ruang laut.

Selain itu, mereka berpindah dari jetty ke area lego jangkar tanpa mengantongi Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG), dan nakhoda tidak berada di tempat saat kapal bermanuver.

Laksma Tunggul menambahkan, kedua kapal juga tidak membawa dokumen kapal maupun dokumen muatan yang sah, melanggar undang-undang Minerba dan Pelayaran.

TNI AL mengawal kedua kapal tersebut menuju Lanal Kendari untuk pemeriksaan mendalam dan proses hukum lebih lanjut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen TNI AL menjaga kedaulatan dan keamanan maritim.

Ia memastikan setiap kegiatan pengangkutan hasil tambang harus sah dan mengikuti seluruh ketentuan perundang-undangan.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyoroti adanya “anomali” dalam regulasi yang menciptakan celah kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi.

Dalam sela latihan TNI di Morowali pekan lalu, Sjafrie menekankan pentingnya deregulasi dan pembangunan kekuatan pertahanan di titik-titik krusial nasional. Ia memastikan negara tidak akan berhenti menindak kegiatan ilegal yang merugikan kekayaan nasional, seperti kasus pertambangan ilegal di Bangka dan Morowali.

Sjafrie juga mengungkapkan kabar mengenai pengangkutan hasil tambang melalui pesawat di Morowali yang bisa berlangsung bebas karena Bea Cukai maupun Imigrasi tidak dapat masuk kawasan Bandara IMIP.

Setelah latihan militer di sana, Sjafrie berjanji akan melaporkan semua temuan dan evaluasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik. Kita harus tegakkan semua ketentuan tanpa kita melihat latar belakang dari manapun asalnya,” tegasnya, menyiratkan perlunya kontrol ketat terhadap lalu lintas barang dan penumpang di Bandara IMIP.

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store