Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Bukan Sekadar Ibadah, Masjid Kini Jadi Episentrum Diplomasi Perdamaian Dunia

kabarbaru.co
Irjen Pol. Muhammad Sabilul Alif, Ketua SC IGIC 2026. (Foto: Tangkapan layar Metro TV).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta — Indonesia mengambil inisiatif strategis dalam diplomasi global dengan menggelar International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 pada 25-28 September mendatang di Jakarta. Konferensi yang menghadirkan delegasi dari 39 negara ini bertujuan menjadikan institusi agama, khususnya masjid, sebagai jangkar solusi atas berbagai eskalasi konflik dan krisis kemanusiaan dunia.

Ketua Steering Committee IGIC 2026, Irjen Pol. Muhammad Sabilul Alif, dalam program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Rabu (23/9/2026), menyatakan inisiatif ini merupakan bentuk soft power diplomacyatau diplomasi religius. Langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai aktor perdamaian global yang berdaulat dan berpengaruh.

“Dari masjid kita bangun perdamaian dunia. Bayangkan jika para imam besar ini satu suara menyuarakan perdamaian dari mimbar mereka, dampaknya akan sangat luar biasa,” tegas Sabilul.

Sabilul menekankan bahwa gagasan ini berakar kuat pada sejarah peradaban Islam. Ia mengingatkan bahwa masjid sejatinya bukan sekadar ruang ibadah ritual, melainkan episentrum aktivitas sosial, pendidikan, kemanusiaan, hingga urusan kenegaraan.

“Bahkan pada zaman Rasulullah, masjid digunakan sebagai tempat memimpin pemerintahan dan menerima delegasi-delegasi asing. Karena itu, melalui diplomasi religius ini, kita mengembalikan peran masjid sebagai corong perdamaian dunia,” paparnya.

Lebih lanjut, Sabilul meyakini para imam memegang pengaruh moral (moral influence) yang sangat kuat hingga ke akar rumput. Selain berkontribusi pada perdamaian lintas negara, kolaborasi dengan tokoh spiritual terbukti krusial dalam pemeliharaan keamanan domestik secara preventif, sebuah pendekatan egaliter yang kerap diterapkan Polri di level desa.

Terkait lokasi pelaksanaan, sesi konferensi delegasi internasional akan dipusatkan di Hotel Bidakara dan Hotel Grand Sahid. Konferensi ini akan diwarnai kehadiran tokoh fundamental Islam global, termasuk Grand Mufti Mesir, Grand Imam Al-Aqsa, serta imam besar dari Inggris, Brasil, dan Turki.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee IGIC 2026, Faried F. Saenong, memaparkan bahwa momentum yang paling terbuka bagi publik dipusatkan di Masjid Istiqlal. Publik dapat berpartisipasi langsung pada pelaksanaan Salat Jumat (25/9), yang dirangkai dengan kajian dari Grand Mufti Mesir dan Grand Imam Al-Aqsa, serta doa bersama.

“Setelah itu, kami menggelar ambassador gathering di Istiqlal yang melibatkan sekitar 42 duta besar. Malam harinya, insyaallah akan ada gala dinner bersama Bapak Presiden di Istana Negara,” jelas Faried.

Selain dialog antartokoh dan seremonial kenegaraan, IGIC 2026 juga mewadahi diskursus akademis. Panitia menyeleksi ketat sumbangsih pemikiran dari para peneliti melalui program call for papers. “Kami menerima sekitar 192 proposal, namun hanya 92 makalah yang terpilih untuk dipresentasikan dalam kesempatan kali ini,” tambah Faried.

Ke depan, forum ini tidak dirancang sekadar sebagai ajang pertemuan sesaat. “Konferensi ini yang kita harapkan bukan hanya sebagai event, tapi sebagai movement (gerakan),” tegas Sabilul.

Ia memaparkan Peta Jalan 2026-2030 yang menargetkan pembentukan World Council of Grand Imams serta perumusan Indeks Harmoni Beragama internasional. Tingginya antusiasme belasan ribu masyarakat dalam rangkaian safari pra-acara di berbagai daerah sejak Mei 2026 mempertegas kesiapan Indonesia sebagai rumah dialog dunia yang merawat harmoni, dari mimbar lokal menuju perdamaian global.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store