Bawa Pulang 10 Medali, Pelatih Gulat Purwakarta Ungkap Kendala di Balik Kegagalan Raih Emas

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, BEKASI – Cabang olahraga (cabor) gulat Kabupaten Purwakarta berhasil membawa pulang 10 medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Prestasi tersebut terdiri atas dua medali perak dan delapan medali perunggu setelah para atlet menyelesaikan seluruh pertandingan pada 3–7 November 2026 di GOR Bang Yan Bulutangkis, kawasan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.
Meski berhasil menambah koleksi medali bagi Kabupaten Purwakarta, hasil tersebut belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan. Sebab, tim gulat sebelumnya membidik medali emas setelah berhasil meraih satu emas pada babak kualifikasi (BK) Porprov.
Manajer sekaligus pelatih cabor gulat Pengcab Purwakarta, Dede Muhammad Toha, mengakui bahwa target emas belum berhasil direalisasikan. Namun, ia tetap mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah berkompetisi dan memberikan kemampuan terbaiknya.
“Secara keseluruhan, kami memperoleh dua medali perak dan delapan perunggu. Ini menjadi hasil yang patut kami syukuri. Memang sebelumnya kami menargetkan emas karena pada babak kualifikasi berhasil meraih satu emas. Namun, pada Porprov kali ini target tersebut belum tercapai,” ujar Dede. Sabtu (7/11/2026).
Menurut Dede, pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan selama persiapan hingga pelaksanaan pertandingan. Salah satu kendala yang dihadapi berkaitan dengan kesiapan sarana dan perlengkapan olahraga.
Ia menyebutkan, pengadaan peralatan latihan dan perlengkapan pertandingan mengalami keterlambatan. Bahkan, hingga menjelang keberangkatan kontingen, sebagian anggaran untuk kebutuhan peralatan belum dicairkan.
Selain persoalan perlengkapan, persiapan atlet juga terkendala terbatasnya kesempatan mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC). Salah seorang atlet yang diproyeksikan menjadi andalan harus menjalani pendidikan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), sehingga tidak dapat mengikuti latihan secara optimal.
Padahal, menurut Dede, pihak KONI Kabupaten Purwakarta telah mengirimkan surat permohonan dispensasi agar atlet tersebut dapat mengikuti pemusatan latihan. Namun, izin yang diharapkan tidak diberikan.
“Persiapan latihan menjadi kurang maksimal. Padahal, salah satu atlet yang kami unggulkan berada di kelas 68 kilogram gaya bebas putri. Kondisi tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk menghadapi kejuaraan berikutnya,” jelasnya.
Dede menambahkan, persaingan pada Porprov XV Jabar berlangsung cukup ketat. Sejumlah daerah memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan, terutama tuan rumah dan Kabupaten Bandung.
Meski demikian, ia menilai para atlet Purwakarta telah menunjukkan perjuangan maksimal. Bahkan, terdapat atlet yang pada babak kualifikasi belum berhasil meraih medali, tetapi mampu naik podium pada Porprov kali ini. Sebaliknya, ada pula atlet yang sebelumnya meraih medali pada babak kualifikasi, tetapi belum berhasil mengulang prestasi tersebut.
Menurutnya, dinamika hasil pertandingan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas atlet dan pembinaan ke depan.
Atas hasil yang diperoleh, Dede juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah karena target medali emas belum tercapai. Kendati demikian, ia berharap raihan 10 medali tetap menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga gulat di Purwakarta.
Ia menegaskan, peningkatan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet dan pelatih, tetapi membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak. Mulai dari pembinaan berkelanjutan, pemenuhan kebutuhan nutrisi, ketersediaan peralatan latihan, hingga pengelolaan anggaran dan persiapan menghadapi kejuaraan.
Dede juga berharap KONI dan Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta memberikan perhatian lebih terhadap perjuangan para atlet, termasuk dengan hadir langsung menyaksikan pertandingan.
“Kami berharap pihak-pihak terkait bisa datang langsung ke venue saat atlet bertanding. Dengan begitu, mereka dapat melihat bagaimana perjuangan dan beratnya persiapan atlet. Gulat merupakan olahraga body contact yang membutuhkan kekuatan fisik, konsentrasi tinggi, serta persiapan yang benar-benar matang,” ungkapnya.
Selain pembinaan, persoalan penghargaan bagi atlet peraih medali juga menjadi perhatian Dede. Ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan besaran bonus agar lebih sebanding dengan perjuangan atlet serta tidak terlalu jauh dibandingkan daerah lain.
“Harapan kami, bonus atlet bisa ditingkatkan. Minimal setara dengan kabupaten tetangga, jangan sampai terlalu rendah. Mereka sudah berjuang keras membawa nama Purwakarta. Apalagi, bonus yang diterima masih dikenakan potongan pajak,” pungkasnya.
Dede berharap, hasil Porprov XV Jabar menjadi momentum evaluasi bersama untuk membenahi sistem pembinaan dan meningkatkan dukungan terhadap atlet. Dengan persiapan yang lebih matang dan perhatian yang berkelanjutan, cabor gulat Purwakarta diharapkan mampu meraih prestasi lebih tinggi pada ajang olahraga mendatang. (*)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
