Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

UNG Kembangkan Tablet Hisap Daun Kelor dan Susu Jagung untuk Atasi Malnutrisi Anak

IMG-20260918-WA0070(1)

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo— Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong inovasi di bidang kesehatan melalui pengembangan tablet hisap berbahan daun kelor dan susu jagung berbasis nanoliposom sebagai salah satu upaya mendukung penanganan masalah malnutrisi pada anak.

Pengembangan inovasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan uji klinik fase 1 yang dilaksanakan di Desa Posso, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (31/8/2026).

Kegiatan ini melibatkan anak-anak yang mengalami malnutrisi berusia 6 hingga 17 tahun, aparat Desa Posso, tim peneliti UNG, serta tim Laboratorium Prodia. Kegiatan berlangsung di aula desa dan mendapat sambutan positif dari pemerintah desa serta masyarakat, khususnya para orang tua peserta penelitian.

Penelitian ini dipimpin oleh Robert Tungadi selaku ketua tim, bersama anggota tim peneliti Teti Sutriyati Tuloli, Sri Manovita Pateda, dan Mahdalena Sy Pakaya.

Penelitian tersebut mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Robert Tungadi menjelaskan, penelitian ini merupakan pengembangan dari produk Morimilk yang sebelumnya tersedia dalam bentuk serbuk. Produk tersebut mengandung bahan daun kelor dan susu jagung, namun memiliki tantangan dari sisi penerimaan rasa karena cenderung pahit dan kurang disukai oleh anak-anak.

Melalui penelitian ini, tim UNG mengembangkan produk tersebut menjadi sediaan tablet hisap dengan formulasi yang diharapkan memiliki rasa lebih manis sehingga lebih mudah diterima dan dikonsumsi oleh anak-anak.

“Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk Morimilk dalam bentuk serbuk yang rasanya pahit dan kurang disukai anak-anak menjadi sediaan tablet hisap yang rasanya lebih manis dan disukai anak-anak,” jelas Robert Tungadi.

Dalam proses pengembangannya, serbuk daun kelor dan susu jagung diformulasikan menggunakan teknologi liquisolid berbasis nanoliposom. Sebelum memasuki tahap uji klinik, produk terlebih dahulu melalui serangkaian pengujian terhadap karakteristik serbuk dan tablet hisap untuk memastikan produk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia.

Setelah memenuhi persyaratan pengujian, penelitian dilanjutkan dengan uji klinik fase 1 yang melibatkan anak-anak dengan kondisi kekurangan gizi atau malnutrisi.

Pada tahap ini, peserta penelitian akan mengonsumsi tablet hisap selama dua bulan sesuai dengan prosedur penelitian. Tim peneliti kemudian melakukan pemantauan melalui pemeriksaan parameter darah, terutama kadar zat besi dan feritin, sebelum dan sesudah konsumsi produk.

Data tersebut menjadi bagian penting dalam penelitian untuk melihat perubahan parameter terkait status zat besi pada peserta setelah mengikuti intervensi selama periode penelitian.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Posso mendapat sambutan baik dari pemerintah desa. Kepala Desa Posso menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh UNG karena dinilai memberikan perhatian terhadap persoalan gizi yang dihadapi masyarakat, khususnya anak-anak.

Menurut pemerintah desa, kehadiran tim peneliti di tengah masyarakat juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh masyarakat. Para orang tua anak yang menjadi peserta penelitian hadir di aula desa untuk mengikuti sosialisasi. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai tujuan penelitian, produk yang dikembangkan, tahapan pelaksanaan penelitian, serta proses pemberian produk kepada peserta.

Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penelitian karena peserta merupakan anak-anak usia 6 hingga 17 tahun. Sosialisasi dilakukan agar orang tua memahami rangkaian kegiatan penelitian dan dapat mendukung pelaksanaan penelitian sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Melalui pengembangan tablet hisap daun kelor dan susu jagung ini, tim peneliti UNG berharap dapat menghasilkan inovasi sediaan yang tidak hanya memenuhi persyaratan mutu farmasi, tetapi juga memiliki penerimaan yang lebih baik bagi anak-anak.

Penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UNG dalam mengembangkan inovasi berbasis bahan pangan lokal untuk mendukung upaya penanganan masalah malnutrisi pada anak.

Kolaborasi antara tim peneliti UNG, pemerintah Desa Posso, masyarakat, serta tim Laboratorium Prodia diharapkan dapat mendukung pelaksanaan penelitian secara optimal dan menghasilkan data ilmiah yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan produk pada tahap berikutnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store