Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dari Tepian  Sungai Duku, Polwan Menjeput warga

IMG-20260918-WA0014
Sambut Hari Jadi Polwan ke-78, JALUR Bawa Sembako, Bibit Mangga dan Klinik Terapung.

Jurnalis:

Kabarbaru, Pekanbaru — Sungai Duku bukan sekadar tepian air di tengah Pekanbaru. Di kawasan itu, kehidupan warga berlangsung berdampingan dengan sungai dan segala keterbatasan akses yang menyertainya.

Jumat, 18 September 2026, polisi datang bukan untuk mengejar pelanggar hukum.

Para Polisi Wanita (Polwan) Polda Riau datang membawa 50 paket sembako, bibit pohon mangga, dan Klinik Terapung.

Kehadiran itu menjadi bagian dari Program JALUR—Jelajah Riau Untuk Rakyat, sekaligus rangkaian peringatan Hari Jadi Polisi Wanita Republik Indonesia ke-78.

IMG-20260918-WA0015

Di RT 03/RW 07, Jalan Tanjung Datuk Ujung Sungai Duku, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, pendekatan kepolisian mengambil wajah yang berbeda: mendatangi warga, berbincang, memberikan bantuan, dan membuka pelayanan kesehatan.

Bukan sekadar seremoni.Program itu mempertemukan tiga kebutuhan dasar masyarakat dalam satu kegiatan: pangan, kesehatan, dan lingkungan.

Polisi Datang ke Ruang Hidup WargaBakti sosial tersebut melibatkan Polwan dari tiga unsur di lingkungan Polda Riau: Ditpolairud, Ditbinmas, dan Bid Dokkes.

Sejumlah perwira Polwan hadir dalam kegiatan itu, antara lain AKP Sri Wahyuni, Iptu Hema Malini, Iptu dr. Nia Triana, Ipda Zea Disca, dan Ipda Dezgita Nora Sitorus.

Kegiatan turut didampingi Ketua RT Dodi Zuhimin dan Ketua RW Zaini Fachrudin.

Di tengah warga, paket sembako diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jumlahnya 50 paket.Bantuan itu memang tidak menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi warga. Namun, melalui kegiatan tersebut, kepolisian menunjukkan bentuk kepedulian sosial yang diarahkan langsung kepada masyarakat.

Dari tepian Sungai Duku, pesan yang dibawa sederhana: pelayanan tidak harus menunggu warga datang ke kantor polisi.

Tak Hanya Sembako, Ada Bibit Pohon Ada pula sesuatu yang berbeda dalam kegiatan tersebut.

Polwan membagikan bibit pohon mangga. Bibit itu menjadi bagian dari pesan penghijauan di kawasan permukiman warga. Bantuan tidak berhenti pada apa yang bisa dikonsumsi hari itu, tetapi juga menyentuh lingkungan tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.

Di sinilah Program JALUR mengambil bentuk yang lebih luas. Kepedulian sosial tidak hanya berbicara tentang bantuan pangan. Lingkungan dan kualitas hidup warga juga menjadi bagian dari ruang pelayanan.

Klinik Terapung Menyusuri Kebutuhan WargaKemudian sebuah layanan lain hadir: Klinik Terapung.

Masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis. Tim medis juga memberikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan pelayanan.

Kehadiran klinik tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan JALUR.

Sebab, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan bantaran sungai, kedekatan pelayanan memiliki arti tersendiri.

Alih-alih menunggu warga mendatangi fasilitas pelayanan, layanan kesehatan dibawa mendekati ruang hidup masyarakat.

Di Sungai Duku, kepolisian tidak hanya berbicara tentang keamanan.

Ada kesehatan yang diperiksa. Ada kebutuhan pangan yang disentuh. Ada lingkungan yang diajak dirawat.

“Berbeda dari Biasanya” Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto mengatakan pelaksanaan Program JALUR kali ini berbeda karena digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Polwan ke-78.

“Program JALUR kali ini berbeda dari biasanya. Dalam rangka menyambut Hari Jadi Polwan ke-78 tahun 2026, kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh para Polwan Polda Riau yang berasal dari Ditpolairud, Ditbinmas, dan Biddokkes,” ujar Apri Fajar Hermanto.

Keterlibatan lintas satuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Polwan dari unsur kepolisian perairan, pembinaan masyarakat, dan kesehatan bergerak dalam satu kegiatan.

Masing-masing membawa fungsi berbeda, tetapi bertemu pada satu titik: masyarakat.

JALUR dan Wajah Polisi di Tengah Warga Program JALUR pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah kegiatan Jumat pagi di Sungai Duku.

Ia menjadi cara lain untuk memperlihatkan kehadiran kepolisian.Di tengah masyarakat, wajah polisi tidak selalu identik dengan seragam, patroli, pemeriksaan atau penegakan hukum. Ada pula ruang pelayanan sosial yang dibangun melalui perjumpaan langsung dengan warga.

Polda Riau berharap kegiatan tersebut mempererat silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat pesisir. Program JALUR juga diharapkan terus menjadi sarana pelayanan dan kepedulian sosial kepolisian di berbagai wilayah Riau.

Dari Sungai Duku, rangkaian Hari Jadi Polwan ke-78 itu membawa satu gambaran sederhana: ketika masyarakat hidup di tepian sungai, pelayanan pun berusaha datang hingga ke tepian itu.(Rahmad)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store