SMPN 2 Sukasari Dorong Siswa Literat, Karakter Pancawaluya Diperkuat Lewat Pembelajaran Digital

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – SMPN 2 Sukasari Kabupaten Purwakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan karakter dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) pembelajaran mendalam berbasis pendidikan karakter Pancawaluya “Membentuk Manusia yang Literat”
Kegiatan tersebut juga mengangkat tema optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID) pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam mengembangkan karakter Pancawaluya.
Workshop tersebut hadiri sekaligus di buka oleh Kasie GTK H , Asep Rahmatudin, M.Pd. dan di Hadiri oleh Komite Sekolah serta menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dekan FKIP UBP Karawang Assoc. Prof. Dr. Anggy Prawiyogi, M.Pd., M.Sn., M.Hum., dan Kepala SMPN Satu Atap Bungurjaya sekaligus Fasilitator Pembelajaran Mendalam Jenjang SMP, Sopian, M.Pd.
Kegiatan diikuti para guru, tenaga pendidik, serta siswa-siswi SMPN 2 Sukasari. Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat pemahaman pendidik dan peserta didik mengenai pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membentuk karakter dan kemampuan literasi.
Kepala SMPN 2 Sukasari Purwakarta, Heri Kusnandar, S.Ag., mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan pembentukan karakter peserta didik.
Menurut Heri, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi, berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, serta memiliki karakter yang kuat.
“Pembelajaran saat ini harus mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Mereka tidak cukup hanya memahami materi, tetapi juga harus mampu berpikir, menganalisis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Heri.
Dijelaskannya, pemanfaatan Papan Interaktif Digital menjadi salah satu upaya sekolah untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif.
Namun, kata Heri, penggunaan teknologi bukan menjadi tujuan utama. Teknologi harus ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna.
“PID kami dorong untuk dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran. Harapannya, guru semakin kreatif dan siswa lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran,” jelasnya.
Heri menuturkan, penerapan Pembelajaran Mendalam juga menjadi kesempatan bagi guru untuk mengembangkan pola pembelajaran yang mendorong siswa memahami materi secara lebih utuh, bukan sekadar menghafal.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan karakter Pancawaluya sehingga proses pendidikan di sekolah mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.
“Karakter dan literasi harus berjalan bersama. Kami ingin peserta didik memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki sikap, karakter, dan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” katanya.
Ia berharap seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh melalui workshop dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran di kelas.
“Harapan kami, workshop ini tidak berhenti pada kegiatan saja. Apa yang diperoleh guru dan siswa dapat benar-benar diterapkan sehingga memberikan perubahan positif terhadap kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik,” pungkas Heri. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
