OJK Cirebon Resmikan Desa Jagara Sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif

Jurnalis: Nurhidayat
Kabar Baru, Kuningan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan meresmikan Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI).
Peresmian digelar bersamaan dengan Festival BUMDes Jawa Barat 2026, pada Minggu (30/8).
Prasasti Desa EKI ditandatangani Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat, serta unsur Forkopimda dan pelaku UMKM setempat.

Desa Penyangga Waduk Darma dengan Potensi Ekonomi Besar
Desa Jagara dipilih karena posisinya sebagai desa penyangga Waduk Darma, kawasan wisata yang mendorong tumbuhnya usaha kuliner, perdagangan, dan jasa di sekitarnya. BUMDes setempat turut berperan mengelola potensi ekonomi lokal tersebut.
Status Desa EKI diberikan agar pertumbuhan usaha ini diimbangi dengan literasi keuangan masyarakat, sehingga warga dapat memilih produk keuangan yang sesuai kebutuhan.

Bukan Sekadar Akses, tapi Ekosistem
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan program ini menyasar lebih dari sekadar pembukaan akses keuangan.
“Desa EKI bukan sekadar membuka akses keuangan. Yang kita bangun adalah ekosistem, bagaimana masyarakat memiliki literasi yang baik, mendapatkan akses terhadap layanan keuangan yang sesuai, dan mampu memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi produktif,” ujar Agus.
Ia menambahkan, potensi wisata, BUMDes, dan UMKM yang sudah tumbuh di Jagara akan diperkuat lewat ekosistem keuangan agar berkembang lebih optimal.
OJK Cirebon menjalankan program ini melalui edukasi dan product matching — mempertemukan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha dengan produk keuangan formal, mulai dari tabungan, transaksi, hingga pembiayaan usaha.
Dukungan Pemkab Kuningan dan Pemprov Jabar
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyebut potensi desa perlu dikelola dan dikemas agar memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmen sinergi lintas sektor.

“Kita hebat bukan karena menjadi Superman, tetapi karena mampu bersinergi menjadi Superteam,” kata Dian.
Sekda Jabar Herman Suryatman menambahkan, dampak ekonomi pariwisata baru terasa jika nilai ekonominya tinggal dan dinikmati masyarakat sekitar, bukan sekadar kunjungan wisatawan.
“Pendapatan perlu ditingkatkan, tetapi pengeluaran juga harus dikelola. Karena itu, literasi keuangan menjadi penting agar peningkatan pendapatan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Beriringan dengan Festival BUMDes Jabar 2026
Peresmian ini berlangsung bersamaan dengan Festival BUMDes Jawa Barat 2026 pada 29–30 Agustus, ajang bagi BUMDes dan UMKM memperkenalkan produk lokal, salah satunya kuliner “Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna”. Festival ini membuka peluang perluasan akses pasar bagi produk-produk desa.
Ke depan, penguatan Desa EKI Jagara akan difokuskan pada peningkatan literasi keuangan, perluasan akses layanan jasa keuangan formal, serta pemanfaatan produk keuangan yang sesuai kebutuhan masyarakat — menjadikan warga dan pelaku usaha sebagai aktor utama pengembangan ekonomi desa. (*)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
