Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Bukan Sekadar Teori, SMKN 2 Purwakarta Bawa Budaya Industri ke Ruang Kelas

IMG_20260829_000419
Ade Suhedin: Bukan lagi sekadar belajar, SMKN 2 Purwakarta didorong transformasi pembelajaran berbasis industri.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – SMKN 2 Purwakarta terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar mampu melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui In House Training (IHT) Transformasi Pembelajaran SMK Berbasis Industri dengan tema “Dari Konsep Menuju Implementasi di Kelas”.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 27–28 Agustus 2026, tersebut digelar di Aula SMKN 2 Purwakarta, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

IHT diikuti para guru dan tenaga kependidikan SMKN 2 Purwakarta. Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan industri, yakni Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat Gema Muhamad Sidhiq, S.Pd.,M.Pd, Kepala SMKN 2 Purwakarta Ade Suhedin, M.T., Pengawas Pembina Ruswanto, M.Pd, serta Mentor sekaligus Project Manager PT. Chlorine Muhammad Azmi, Founder PT. ForIT Asta Solusindo Hendry Cahya Irawan dan ibu Sulistiani Indriaty Owner QueenSulis Collecttion.

Kepala SMKN 2 Purwakarta, Ade Suhedin, mengatakan IHT menjadi bagian penting dari upaya sekolah melakukan transformasi pembelajaran agar semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja dan kebutuhan industri.

Menurut Ade, perubahan teknologi dan dinamika kebutuhan tenaga kerja menuntut sekolah vokasi untuk tidak hanya memberikan penguasaan teori, tetapi juga membekali peserta didik dengan pengalaman belajar yang mencerminkan kondisi nyata di dunia industri.

“Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman, budaya, dan kompetensi kerja yang relevan bagi peserta didik,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, salah satu target utama IHT adalah membangun kesamaan pemahaman sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, serta selaras dengan standar dunia industri.

Dengan demikian, guru diharapkan mampu mengubah pola pembelajaran dari sekadar penyampaian materi menjadi proses yang mendorong peserta didik untuk aktif mengembangkan kompetensi dan menyelesaikan persoalan sebagaimana yang dihadapi di lingkungan kerja.

Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai model pembelajaran, seperti project-based learning, studi kasus, simulasi pekerjaan, teaching factory, hingga penyelesaian masalah nyata yang berkaitan dengan bidang kompetensi masing-masing.

“Peserta didik tidak hanya belajar materi, tetapi juga dilatih bekerja sesuai standar, target, dan budaya kerja industri. Ini penting agar mereka memiliki gambaran sekaligus pengalaman mengenai tuntutan yang akan dihadapi setelah lulus,” jelasnya.

Ade menegaskan, keberhasilan IHT tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan pelatihan, tetapi dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran.

Untuk memastikan hal tersebut, sekolah menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut, mulai dari pendampingan, penyusunan perangkat ajar, implementasi di kelas, supervisi, refleksi pembelajaran, hingga berbagi praktik baik antarguru.

“IHT tidak boleh berhenti pada pelatihan. Yang paling penting adalah bagaimana hasilnya dapat diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam pembelajaran di kelas,” tegas Ade.

Dalam proses transformasi pembelajaran SMK, keterlibatan dunia industri dinilai memiliki peran strategis. Sekolah membutuhkan masukan langsung dari industri mengenai perkembangan teknologi, kompetensi yang dibutuhkan, standar kerja, hingga karakter tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Karena itu, kolaborasi antara SMKN 2 Purwakarta dengan dunia industri terus diarahkan agar tidak hanya sebatas hubungan kerja sama formal, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan kesiapan lulusan.

Bentuk kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui sinkronisasi kurikulum, menghadirkan guru tamu dari industri, pelatihan, Praktik Kerja Lapangan (PKL), teaching factory, hingga membuka peluang penyerapan lulusan.

“Dunia industri menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan tentang kompetensi, standar kerja, teknologi, dan kebutuhan tenaga kerja. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar pembelajaran di sekolah benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Ade.

Lebih jauh, Ade berharap transformasi pembelajaran berbasis industri dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan secara utuh. Tidak hanya menguasai kompetensi teknis sesuai bidang keahliannya, tetapi juga mempunyai karakter dan keterampilan nonteknis yang dibutuhkan dalam kehidupan profesional.

Kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah (problem solving), kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting yang harus ditanamkan kepada peserta didik selama proses pendidikan.

“Kami berharap lulusan SMK Negeri 2 Purwakarta tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter, kemampuan komunikasi, kolaborasi, problem solving, disiplin, dan kemampuan beradaptasi. Dengan demikian, lulusan akan lebih siap bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan IHT tersebut, SMKN 2 Purwakarta berupaya menjadikan transformasi pembelajaran bukan sekadar konsep, melainkan sebuah gerakan nyata yang diterapkan secara berkelanjutan di ruang kelas.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi agar lulusan SMK semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja, memiliki kompetensi yang relevan, serta mampu menghadapi perubahan teknologi dan tantangan industri di masa mendatang. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store