Mahasiswa UMK Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Minuman Herbal Kekinian

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Kudus – Lima mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mengembangkan inovasi minuman herbal berbahan dasar limbah kulit ceri kopi atau cascara. Produk yang diberi nama Dream Cherry tersebut memadukan cascara dengan bunga chamomile dan lemongrass dalam bentuk artisan tea atau teh racikan kemasan seduh.
Inovasi ini dikembangkan sebagai upaya memanfaatkan limbah perkebunan kopi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Di Rahtawu, Kabupaten Kudus, sebagian petani menggantungkan penghasilan dari perkebunan kopi, tetapi pemanfaatan selama ini lebih banyak berfokus pada biji kopi, sedangkan kulit ceri kopi kerap dibuang dan belum memiliki nilai jual yang stabil.
Dream Cherry kemudian hadir dengan konsep upcycling limbah pertanian menjadi produk minuman yang memiliki nilai tambah. Selain menawarkan inovasi dari sisi bahan baku, produk tersebut juga membawa konsep keberlanjutan dengan mengurangi limbah organik sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi petani kopi lokal.
Produk ini diracik menggunakan cascara, bunga chamomile, dan lemongrass untuk menghasilkan minuman dengan karakter rasa buah, segar, serta manis alami. Perpaduan tersebut memberikan cita rasa yang berbeda dari kopi maupun teh konvensional, sekaligus menghadirkan aroma herbal yang khas. Dalam penyajiannya, produk tersedia dalam dua alternatif bentuk kemasan, yaitu loose tea (wuwur) dan tea bag (celup), sehingga konsumen dapat memilih bentuk penyajian sesuai kebutuhan dan preferensi.
Dream Cherry dikembangkan dalam bentuk kemasan seduh yang praktis dan diproduksi secara rumahan. Kemasan sekundernya menggunakan box atau kraft packaging yang berisi tiga kemasan primer berbahan aluminium foil, dengan desain yang memadukan unsur natural dan modern.
Dari sisi konsep produk, Dream Cherry tidak hanya menonjolkan aspek minuman herbal, tetapi juga menggabungkan nilai kesehatan dan keberlanjutan. Tim mengembangkan produk tersebut sebagai alternatif minuman yang dapat membantu relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur, terutama bagi konsumen muda dengan pola aktivitas padat. Konsep tersebut juga diarahkan untuk membantu mengatasi keluhan sulit tidur atau insomnia yang kerap dikaitkan dengan pola aktivitas dan gaya hidup pada kalangan Generasi Z.
Produk ini secara khusus menyasar pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda berusia 14–29 tahun yang termasuk dalam kelompok Generasi Z. Target tersebut dipilih karena aktivitas yang tinggi, kecenderungan mengalami stres, serta meningkatnya ketertarikan terhadap gaya hidup sehat dan produk yang memiliki nilai keberlanjutan.
Tim Dream Cherry terdiri atas lima mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Muhammad Najib dari Ilmu Hukum berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO), Ma’rifatul Munawaroh dari Psikologi sebagai Human Resource (HR), Achmad Duwi Wijarnoko dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Chief Financial Officer (CFO), Ella Nailul Fitria dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Chief Operating Officer (COO), serta Lintang Ayu Gayatri dari Manajemen sebagai Chief Marketing Officer (CMO).
Pembagian peran tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan usaha mulai dari pengembangan produk, produksi, pemasaran, keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Dream Cherry sendiri didirikan pada 2026 dan berlokasi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, strategi pemasaran juga diarahkan ke kanal digital. Instagram dan TikTok menjadi beberapa platform yang direncanakan untuk dimanfaatkan dalam memperkenalkan produk, menjalankan promosi, serta membangun komunikasi dengan calon konsumen.
Melalui Dream Cherry, kelima mahasiswa UMK tersebut berupaya menggabungkan inovasi produk, potensi bahan baku lokal, kebutuhan konsumen muda, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu konsep usaha. Pemanfaatan cascara diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi limbah kulit kopi, tetapi juga menjadi langkah menuju pengembangan bisnis minuman herbal yang berkelanjutan.
Pengembangan Dream Cherry juga mendapat dukungan melalui Pendanaan Nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan usaha mahasiswa, sekaligus memberikan ruang bagi tim untuk mengembangkan inovasi produk berbahan baku lokal menjadi usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
