DPRD Bone Bolango Dorong Jalan Tulabolo-Pinogu Segera Direalisasikan

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo – Anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, Riska Puspitasari Mohamad, mendorong agar rencana pembangunan akses Jalan Tulabolo-Pinogu segera diwujudkan dalam bentuk pekerjaan nyata.
Hal itu disampaikan Riska saat menghadiri Forum Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Tulabolo-Pinogu di Hotel Aston Kota Gorontalo, Senin (24/8/2026).
Riska menilai forum koordinasi menjadi langkah positif untuk mempercepat pembangunan akses menuju wilayah Pinogu. Namun, ia mengingatkan agar pembahasan tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan kegiatan seremonial.
Menurutnya, pembangunan Jalan Tulabolo-Pinogu merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Akses yang memadai akan memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari ekonomi hingga pelayanan dasar.
“Tanggapan saya pada kegiatan akses jalan Pinogu dinilai sangat positif. Harapan saya tentunya percepatan akses jalan Tulabolo-Pinogu harus cepat dilaksanakan, jangan hanya sebatas seremonial,” ujar Riska.
Ia menjelaskan, kondisi akses jalan memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas masyarakat. Infrastruktur yang baik dapat memudahkan mobilitas warga, memperlancar distribusi kebutuhan, serta membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, akses yang lebih baik juga akan membantu masyarakat memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan dengan lebih mudah.
“Dari sisi kemanusiaan, tingkat kemiskinan, ekonomi, pelayanan yang maksimal berupa fasilitas kesehatan dan sekolah ataupun kepentingan masyarakat itu sendiri, semuanya membutuhkan akses yang baik,” katanya.
Riska menilai keterbatasan akses dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, pembangunan jalan menuju Pinogu dinilai penting untuk mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Bone Bolango.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Pinogu agar pembahasan mengenai pembangunan jalan tersebut memiliki tindak lanjut yang jelas.
“Pinogu ini sudah tidak masuk daerah terpencil. Maka dari itu saya terus mendorong dan mengawal apa yang menjadi impian dari masyarakat Pinogu itu sendiri,” tegasnya.
Riska berharap koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak terkait dapat menghasilkan langkah konkret. Menurutnya, keberhasilan forum bukan hanya diukur dari terlaksananya pertemuan, tetapi dari realisasi hasil pembahasan di lapangan.
Ia juga menilai pembangunan jalan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan akses yang semakin terbuka, hasil produksi warga akan lebih mudah dipasarkan, aktivitas perdagangan dapat meningkat, serta peluang ekonomi baru bisa berkembang.
Di sisi lain, masyarakat juga akan memperoleh kemudahan dalam menjangkau berbagai fasilitas publik, khususnya pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, Riska meminta pembangunan Jalan Tulabolo-Pinogu dipandang sebagai kebutuhan strategis masyarakat, bukan hanya sebagai pembangunan fisik semata.
“Jangan hanya sebatas seremonial,” pungkasnya.
Kini, masyarakat Pinogu menantikan tindak lanjut konkret dari hasil koordinasi tersebut. Pembangunan akses jalan diharapkan mampu memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah tersebut***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
