Tim PKM UNISAN Optimalkan Panggung Desa Tunggulo Selatan dengan Energi Surya
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo–Tim Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Ichsan Gorontalo (UNISAN) mengoptimalkan pemanfaatan panggung permanen di Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, melalui penerapan teknologi energi surya.

Program tersebut menghadirkan sistem kelistrikan berbasis panel surya untuk mendukung kebutuhan penerangan, sound system, serta berbagai aktivitas sosial dan budaya masyarakat yang berlangsung di panggung permanen desa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 pada Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, di bawah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Ketua Tim Pengabdian UNISAN, Moh. Muhrim Tamrin, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan menggunakan panel surya berkapasitas 400 WP, baterai/aki 12 V 50 Ah, solar charge controller (SCC), inverter, lampu LED 12 V, serta perangkat audio.

Energi matahari yang ditangkap panel surya kemudian diatur melalui SCC untuk mengisi baterai. Energi yang tersimpan selanjutnya digunakan untuk kebutuhan penerangan dan perangkat audio, khususnya saat panggung dimanfaatkan pada sore hingga malam hari.
Penerapan sistem tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan sumber energi alternatif, tetapi juga meningkatkan fungsi panggung permanen sebagai fasilitas publik yang dapat digunakan secara lebih mandiri, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM UNISAN melibatkan Karang Taruna Tunggulo Selatan sebagai mitra. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara kerja sistem energi surya sekaligus keterampilan dasar dalam pengoperasian dan pemeliharaan perangkat.
Kegiatan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), Participatory Rural Appraisal (PRA), sosialisasi, pelatihan perancangan dan perakitan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi.
Pada pelatihan teknis, Iqbal Faturachman Usman, S.T., M.T., bersama tim memberikan penjelasan mengenai fungsi panel surya, SCC, baterai, inverter, panel kontrol, lampu LED, hingga perangkat sound system.
Pendekatan tersebut diarahkan agar mitra tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan perawatan dasar terhadap sistem yang telah diterapkan.
Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman mitra terkait manfaat perakitan teknologi mencapai 60 persen, pemanfaatan energi terbarukan 80 persen, serta penggunaan dan pemeliharaan teknologi sebesar 70 persen.
Selain sistem kelistrikan, tim PKM juga menyediakan papan informasi, infografis, dan signage sebagai media edukasi. Materi tersebut berisi informasi mengenai cara kerja energi surya, panduan penggunaan fasilitas, keselamatan listrik, serta prosedur sederhana untuk pengoperasian dan perawatan sistem.
Melalui program ini, panggung permanen Desa Tunggulo Selatan diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi contoh pemanfaatan teknologi tepat guna berbasis energi baru terbarukan di tingkat desa.
Kolaborasi UNISAN dan masyarakat diharapkan dapat mendorong pemanfaatan energi surya secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang penerapan teknologi serupa pada fasilitas publik desa lainnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
