Gempa M 7,7 Guncang Flores, Babinsa Kodim 0619/Purwakarta Cemas Menanti Kabar Keluarga

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Bencana tersebut turut menyisakan kecemasan bagi Serda Alwin, Babinsa Desa Rawa Sari, Koramil 1902/Plered, Kodim 0619/Purwakarta.
Kekhawatiran itu muncul lantaran ibu, kakak, adik, serta keponakan Serda Alwin tinggal di Kampung Watumere, Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Flores. Hingga Sabtu sore, komunikasi dengan keluarganya sempat terputus setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Serda Alwin mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya, seluruh anggota keluarganya dalam kondisi selamat. Namun, terputusnya komunikasi membuat dirinya tetap diliputi kekhawatiran.
“Alhamdulillah, kondisi keluarga sehat dan selamat. Ibu, kakak, adik dan keponakan saya berada di Kampung Watumere, Desa Ndorurea. Namun, sampai detik ini saya masih belum bisa menghubungi mereka akibat guncangan gempa pagi tadi,” ujar Serda Alwin.
Menurutnya, kuatnya guncangan gempa dirasakan langsung oleh keluarganya. Kepanikan sempat terjadi sehingga mereka bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan mencari tempat yang dinilai lebih aman dari kemungkinan bangunan roboh.
“Dampak gempa langsung dirasakan keluarga. Mereka berlarian keluar rumah mencari lokasi yang aman dari reruntuhan bangunan,” katanya.
Serda Alwin bersyukur keluarganya tidak menjadi korban jiwa. Kendati demikian, ia mengaku memperoleh informasi adanya korban meninggal dunia di wilayah kampung sekitar tempat tinggal keluarganya.
“Alhamdulillah, anggota keluarga saya tidak ada yang menjadi korban jiwa. Namun, informasi yang saya terima, di kampung sebelah sampai saat ini sudah ditemukan sekitar 20 korban jiwa,” ungkapnya.
Selain keselamatan keluarga, kondisi pascagempa juga menjadi perhatian Serda Alwin. Ia mengkhawatirkan terganggunya sejumlah fasilitas dasar, terutama aliran listrik dan akses transportasi yang berpotensi menghambat aktivitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok.
“Yang paling saya khawatirkan dari keluarga adalah padamnya aliran listrik dan putusnya akses jalan penghubung antarkabupaten. Kalau kondisi ini berlangsung, tentu pasokan kebutuhan sehari-hari masyarakat akan mengalami kesulitan,” tuturnya.
Di tengah tugasnya sebagai Babinsa di wilayah Kabupaten Purwakarta, Serda Alwin hanya bisa memanjatkan doa dan berharap keselamatan bagi keluarganya serta seluruh masyarakat yang terdampak gempa di Flores.
Ia berharap proses penanganan darurat, pencarian dan pertolongan, serta pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara cepat sehingga masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Harapan saya, semoga musibah bencana ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mengambil hikmah dan menjadi teguran dari Sang Pencipta. Semoga NTT pada umumnya dan Flores khususnya segera pulih dan bangkit kembali. Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan,” pungkasnya.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
